Blibli (BELI) Bayar Utang ke Bank BCA sebesar Rp2,9 Triliun dari Dana IPO dan Internal

07 Desember 2022 10:31 WIB

Penulis: Fakhri Rezy

Editor: Fakhri Rezy

Facebook @bliblidotcom

JAKARTA - PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) atau Blibli.com membayar utang untuk fasilitas pinjaman dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp2,9 triliun.

Mengutip keterbukaan informasi, pembayaran tersebut diambil dari dana hasil penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) sebesar Rp2,75 triliun. Sedangkan Rp150 miliar dari dana internal Perseroan.

BCA terafiliasi dengan Perseroan karena adanya kesamaan pemilik manfaat akhir atau ultimate beneficial owner, yaitu orang terkaya di Indonesia Hartono Bersaudara.

Perseroan dan BCA telah menandatangani perjanjian kredit pada tanggal 29 Oktober 2021. Sebagaimana diubah berdasarkan perubahan pertama perjanjian kredit pada 29 September 2022.

Adapun nilai plafon pinjaman Rp4 triliun untuk fasilitas time loan revolving uncommitted. Sementara itu, 25 miliar untuk fasilitas kredit multi yang terdiri dari bank garansi dan surat kredit berdokumen dalam negeri.

Tingkat bunga JIBOR 1 bulan ditambah persentase margin yang dihitung dari jumlah fasilitas time loan revolving yang telah ditarik dan belum dibayar kembali oleh perseroan. Sementara itu, jatuh tempo pada 29 Oktober 2023.

Dari pantauan TrenAsia.com, saham BELI pada pembukaan pagi ini, 7 Desember 2022 pukul 9.40 WIB, melemah 6 poin atau 1,25% menjadi Rp474. Walaupun awal perdagangan sempat menguat ke Rp482.

Seperti diketahui, dana IPO BELI ditujukan untuk membayar utang ke BBCA dan PT BTPN Tbk (BTPN). Dengan harga IPO Rp450, BELI mengumpulkan dana hasil penawaran umum mencapai Rp7,99 triliun.

Adapun dana hasil penawaran umum ini akan digunakan Blibli untuk melunasi utang kepada PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) sebesar Rp2,75 triliun dan ke PT Bank BTPN Tbk. (BTPN) senilai Rp2,75 triliun.

Sementara itu, sisa dana IPO akan digunakan Blibli dan entitas anak sebagai modal kerja untuk mendukung kegiatan usaha utama dan pengembangan usaha perseroan. Rinciannya, sekitar 57 persen digunakan oleh Blibli, dan 43 persen akan digunakan untuk PT Global Tiket Network (GTNe).

Berita Terkait