BJB Sudah Salurkan Dana PEN Rp5 Triliun

BANDUNG – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat & Banten Tbk. atau BJB telah menyalurkan kredit sebesar Rp5 triliun dari dana yang ditempatkan pemerintah. Artinya, dalam kurun waktu kurang dari satu bulan, porsi pendanaan tersebut telah dileverage oleh BJB sebanyak dua kali lipat dari dana yang diterima, yakni Rp2,5 triliun.

BJB terus mengakselerasi penyaluran dana stimulus percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang diberikan pemerintah,” ungkap keterangan resmi perseroan yang dikutip TrenAsia.com, Kamis, 10 September 2020.

Manajemen BJB menjelaskan, penyaluran dana tersebut tumbuh secara ekspansif melalui program BJB PENtas (Penguatan Ekonomi Nasional, Tangguh dan Sejahtera). Perseroan, lanjutnya, memastikan kecepatan gerak penyaluran kredit sehingga dapat mendukung upaya penguatan ekonomi masyarakat di daerah.

Di samping itu, Direktur Utama BJB Yuddy Renaldi mengatakan, pihaknya terus mendukung penuh agenda PEN yang berorientasi kepada kesejahteraan masyarakat, khususnya golongan rentan terdampak krisis.

“BJB akan tetap memegang teguh prinsip prudential banking dalam menjalankan fungsi intermediasi perbankan dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Menurutnya, sejak awal pandemi COVID-19 melanda di Indonesia, BJB telah menjadi salah satu perusahaan yang merespons situasi dengan turut serta dalam agenda penanganan.

Seiring dengan ekspansi yang masif, katanya, BJB terus memberikan stimulus penunjang dalam bentuk pelatihan dan edukasi, khususnya kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi salah satu sasaran utama.

“Upaya ini tidak terlepas dari fokus perseroan yang berorientasi untuk menggerakan sektor-sektor produktif,” ungkap Yuddy.

Penyaluran Kredit

Diketahui, lebih dari 80% porsi pembiayaan dana PEN, telah disalurkan kepada sektor-sektor produktif dan padat karya. Hal itu bertujuan untuk menghadirkan multiplier effect terhadap pertumbuhan perekonomian, khususnya di Jawa Barat.

BJB pun memastikan seluruh program yang berkaitan dengan agenda PEN akan dijalankan secara akuntabel sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik. Dengan demikian, kata Yuddy, manfaat dari berbagai kebijakan dan keringanan untuk kepada debitur dapat dirasakan secara optimal.

Pada paruh pertama tahun 2020, BJB meraup laba bersih sebesar Rp808 miliar. Penyaluran kredit  tumbuh 9,8% year-on-year (yoy) menjadi Rp85,8 triliun pada kuartal II-2020.

Total penyaluran kredit tersebut berada di atas rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional data per April 2020 yaitu sebesar 5,82%.

Tingkat risiko dapat terkelola dengan baik yang mencerminkan terjaganya kualitas penyaluran kredit perusahaan dengan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) di angka 1,6% atau turun 14 poin yoy.

Catatan NPL ini jauh lebih rendah ketimbang catatan kredit macet rata-rata bank nasional hingga April 2020, yakni 2,89%. Bahkan, lebih baik dibandingkan dengan NPL triwulan sebelumnya sebesar 1,65%.

Tercatat total nilai aset Bank BJB juga tumbuh sebesar 3,8% yoy menjadi Rp125,3 triliun memasuki separuh periode 2020.

Tags:
bank daerahBJBBJBRPemulihan Ekonomi NasionalPENpenyaluran kreditperbankanPT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk
Aprilia Ciptaning

Aprilia Ciptaning

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: