Bisakah Badai Matahari Menghancurkan Bumi?

25 Agustus 2022 22:08 WIB

Penulis: Amirudin Zuhri

Lontaran gelombang matahari (NASA)

JAKARTA-Semua kehidupan di Bumi berutang  pada pancaran panas matahari. Tetapi apa yang terjadi ketika radiasi itu melonjak di luar kendali, dan miliaran ton materi surya yang bermuatan tiba-tiba meluncur ke arah kita dengan kecepatan ribuan mil per detik? 

Apa yang terjadi ketika Bumi terkena hantaman langsung dari suar matahari?  dan dapatkah yang cukup kuat menghancurkan kehidupan di planet kita?

Jawabannya rumit, tetapi sebagian besar ilmuwan setuju pada satu hal yakni  medan magnet bumi dan atmosfer  membuat kita terlindungi dengan sangat baik. Bahkan  dari ledakan matahari yang paling kuat sekalipun. Meski badai matahari dapat merusak sistem radar dan radio atau melumpuhkan satelit, radiasi paling berbahaya diserap di langit jauh sebelum menyentuh kulit manusia.

"Kita hidup di planet dengan atmosfer  sangat tebal yang menghentikan semua radiasi berbahaya yang dihasilkan dalam suar matahari," kata Alex Young, Associate Director for Science di Heliophysics Science Division di Goddard Space Flight Center NASA di Greenbelt, Maryland. 

"Bahkan dalam peristiwa terbesar yang telah kita lihat dalam 10.000 tahun terakhir, kita melihat bahwa efeknya tidak cukup untuk merusak atmosfer sehingga kita tidak lagi terlindungi," kata Young dikutip Live Science Kamis 25 Agustus 2022.

Namun, tidak semua semburan matahari tidak berbahaya. Meski medan magnet Bumi mencegah kematian yang meluas akibat radiasi matahari, kekuatan elektromagnetik dari gelombang dapat mengganggu jaringan listrik, koneksi internet, dan perangkat komunikasi lainnya di Bumi, yang mengakibatkan kekacauan dan bahkan berpotensi kematian. Pakar cuaca luar angkasa di NASA dan lembaga lainnya menganggap serius ancaman ini, dan memantau matahari dengan cermat untuk aktivitas yang berpotensi berbahaya.

Badai  matahari terjadi ketika garis medan magnet matahari menjadi tegang dan terpelintir, menyebabkan badai energi elektromagnetik seukuran planet yang sangat besar terbentuk di permukaan matahari. Kita dapat melihat badai ini sebagai bercak-bercak dingin dan gelap yang dikenal sebagai bintik matahari. Di sekitar bintik matahari, sulur besar garis medan magnet berputar, berputar dan terkadang patah, menciptakan kilatan energi yang kuat, atau jilatan api matahari.

Sebagian besar energi dari gelombang matahari terpancar sebagai sinar ultraviolet dan sinar-X.  Namun, energi intens dari gelombang juga dapat memanaskan gas terdekat di atmosfer matahari, meluncurkan gumpalan besar partikel bermuatan yang dikenal sebagai coronal mass ejections (CME) ke luar angkasa. Jika bintik matahari yang menyala kebetulan menghadap Bumi, maka CME yang dihasilkan meledak ke arah kita, biasanya mencapai planet kita dalam waktu mulai dari 15 jam hingga beberapa hari.

Berita Terkait