Bill Gates Sokong WHO Garap 120 Juta Alat Tes Cepat Corona untuk Negara Miskin

JAKARTA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tengah menyiapkan sebanyak 120 juta alat tes cepat (rapid test)untuk negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah dengan suntikan dana awal senilai US$50 juta.

Adapun harga tes cepat diupayakan semurah mungkin yakni maksimum US$5. Alat tes cepat ini didukung oleh Bill & Melinda Gates Foundation dan produsen uji Abbott dan SD Biosensor untuk menyediakan pengujian inovatif dengan harga murah.

Tes ini memberikan hasil dalam 15-30 menit, bukan dalam hitungan jam atau hari, dan akan memungkinkan perluasan pengujian.

Utamanya di negara-negara yang tidak memiliki fasilitas laboratorium yang luas atau petugas kesehatan terlatih untuk melaksanakan tes molekuler (reaksi rantai polimerase atau PCR).

Tes yang dikembangkan oleh Abbott dan SD Biosensor sangat portabel, andal, dan mudah dijalankan, sehingga pengujian dapat dilakukan di dekat orang, pengaturan perawatan kesehatan terdesentralisasi,” kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dikutip dari laman WHO, Selasa, 29 September 2020.

Tedros mengkonfirmasi peluncuran tes ini di akan dimulai di 20 negara di Afrika mulai bulan Oktober 2020. Tentu saja, tujuan bantuan ini adalah memungkinkan negara untuk meningkatkan kecepatan pengujian, melacak dan merawat orang untuk COVID-19 di titik perawatan, terutama di daerah dengan sistem kesehatan yang kekurangan sumber daya.

“Memastikan akses yang adil ke uji diagnostik cepat sangat penting untuk mengendalikan COVID-19 di semua negara dan untuk membuka ekonomi di seluruh dunia,” ujar Carolyn Gomes dari The Global Fund.

Menurutnya, hargas yang terjangkau adalah sebuah kemajuan yang besar. Di mana tes cepat dapat digunakan untuk memastikan kesetaraan dalam akses bagi mereka yang paling membutuhkannya.

Tags:
Rapid Testrapid test murahWHO
Ananda Astri Dianka

Ananda Astri Dianka

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: