Bidik Duit Jumbo, TBIG Milik Grup Saratoga Setop Emisi Obligasi Rp1,6 Triliun

08 Mei 2021 07:24 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Ilustrasi menara telekomunikasi. / Pixabay

JAKARTA – Emiten menara telekomunikasi milik Grup Saratoga, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) menghentikan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan IV Tower Bersama Infrastructure dengan target dana tersisa Rp1,6 triliun dari total Rp7 triliun.

Direktur TBIG, Helmy Yusman Santoso mengatakan bahwa penghentian PUB IV Obligasi ini dikarenakan perseroan berencana membuka program baru yang akan membuka kesempatan untuk memperolah jumlah dana yang lebih besar.

“Dengan target dana Rp7 triliun, PUB IV Obligasi ini telah aktif pada tanggal 31 Agustus 2020,” ujarnya melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat 7 Mei 2021.

Perseroan telah menawarkan dan menerbitkan surat utang di bawah program PUB IV Obligasi sebesar Rp5,335 triliun yang dilakukan dalam empat tahap. Sedangkan, sisa dari target dana yang belum dihimpun pada PUB IV Obligasi ini sebanyak Rp1,665 triliun.

“Demikian pemberitahuan ini dibuat sebagai pemenuhan terhadap peraturan OJK No.36/POJK.04/2014 tanggal 8 Desember 2014 tentang Penawaran Umum Berkelanjutan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk,” tutup Helmy.

Melansir data RTI, harga saham TBIG merosot 1,56% menuju level Rp2.530 per lembar pada akhir perdagangan Jumat, 7 Mei 2021. Saat ini, kapitalisasi pasar TBIG mencapai angka Rp57,32 triliun.

Emiten menara milik Grup PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) ini mencatat kinerja positif sepanjang pandemi tahun lalu. Perseroan membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,01 triliun pada 2020. Angka ini melonjak 23,21% secara tahunan dari laba bersih tahun sebelumnya Rp819,45 miliar.

Peningkatan laba bersih sejalan dengan naiknya total pendapatan sebesar 13,40% year-on-year (yoy) menjadi Rp5,33 triliun pada 2020. Di Tahun 2019, TBIG merealisasikan pendapatan bersih sebanyak Rp4,70 triliun.

Pada sisi kewajiban, jumlah liabilitas jangka pendek TBIG pada tahun lalu mencapai Rp13,78 triliun atau meroket hingga 205,54% yoy dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp4,51 triliun. Sedangkan, liabilitas jangka panjang turun 35,48% yoy dari Rp20,83 triliun pada 2019, menjadi Rp13,44 triliun.

Sehingga, keseluruhan liabilitas perseroan pada tahun lalu naik tipis sekitar 7,38% secara tahunan menjadi Rp27,22 triliun dari Rp25,35 triliun pada 2019. Adapun ekuitas TBIG pada akhir 2020 sebanyak Rp9,30 triliun dan pada 2019 senilai Rp5,52 triliun. (SKO)

Berita Terkait