Biden Teken Aturan Peningkatan Batas Utang AS Jadi US$28,9 Triliun

15 Oktober 2021 17:01 WIB

Penulis: Fadel Surur

Editor: Laila Ramdhini

Presiden Amerika Serikat Joe Biden

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menandatangani undang-undang untuk menaikkan batas pinjaman pemerintah sementara menjadi US$28,9 triliun, mendorong batas waktu default utang hanya sampai Desember 2021.

Tanpa menaikkan batas utang, Departemen Keuangan AS memperkirakan akan kehabisan uang untuk pembayaran tagihan negara pada 18 Oktober 2021.

Kenaikan sebesar US$480 miliar pada batas pinjaman yang disetujui Biden akan kadaluarsa pada 3 Desember 2021.

Setelah berminggu-minggu, Senat akhirnya menyetujui perbaikan jangka pendek pada minggu lalu dan Dewan Perwakilan Rakyat menyetujuinya pada Selasa, 12 Oktober 2021.

Pemimpin Senat Partai Republik Mitch McConnell menulis dalam sebuah surat pada Biden setelah pemungutan suara Senat bahwa dia tidak akan membantu Partai Demokrat lagi untuk menaikkan batas utang.

McConnell ingin Partai Demokrat untuk mengambil langkah prosedural yang disebut rekonsiliasi, yang tidak memerlukan suara Partai Republik, untuk meningkatkan otoritas pinjaman. Demokrat telah menolak opsi itu.

Partai Republik mengatakan menaikkan batas utang adalah urusan Partai Demokrat karena usulan rencana pengeluaran US$3,5 triliun Biden untuk berinvestasi dalam layanan sosial yang diperluas dan mengatasi perubahan iklim.

Partai Demokrat mencatat bahwa mereka memilih untuk menaikkan batas utang selama pemerintahan Donald Trump dari Partai Republik, meskipun mereka menentang pemotongan pajak yang menambah utang.

Berita Terkait