Bibli Mau Melantai di Bursa, idEA Dorong E-Commerce IPO di Indonesia

26 Agustus 2021 21:04 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Laila Ramdhini

Blibli.Com Beri Edukasi Literasi Digital

JAKARTA – Ketua Umum Asosiasi Ecommerce Indonesia (idEA) Bima Laga menilai penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) masih jadi salah satu cara efektif untuk perusahaan menghimpun permodalan.

Untuk itu, ia mendukung perusahaan rintisan start up untuk ‘naik kelas’ menjadi perusahaan publik. Selain itu, ia mendorong start up lokal dikuasai oleh pemodal atau investor domestik.

“IPO tentu salah satu jalan yang paling efektif, namun kita tahu persiapannya tentu luar biasa,” kata Bima pada TrenAsia.com, Kamis 26 Agustus 2021.

Terbaru, start up asal Indonesia yakni PT Bukalapak.com (BUKA) resmi tercatat di papan bursa saham beberapa waktu lalu. Bima melihat, aksi tersebut menandakan pelaku usaha sudah makin memiliki kesadaran akan potensi yang dimilik pasar digital.

“Hal ini yang kami yakini sangat menarik bagi investor domestik agar mau berinvestasi di industri digital dalam negeri,” tambah dia.

Maka ia optimistis, industri digital ke depan akan semakin mendapat tempat di hati investor domestik. Saat ini, start up Tanah Air masih lebih banyak banyak injeksi modal dari asing. 

Akan tetapi, seiring dengan menjamurnya perusahaan digital, tren korporasi untuk menanam uangnya di start up lokal mulai bertumbuh. Menurutnya, adaptasi bisnis ini tidak akan berlangsung lama, sehingga ia berharap Indonesia bisa langsung fokus pada pengembangan strategi bisnis digital.

Blibli Bersiap IPO

E-commerce milik Grup Djarum, PT Global Digital Niaga alias Blibli.com diisukan bakal melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2022. Kabar ini lantas menambah daftar antrean perusahaan digital yang tengah bersiap menjadi perusahaan terbuka.

Seperti misalnya entitas hasil merger Gojek dan Tokopedia, GoTo yang juga dikabarkan akan melantai di BEI. Tren perusahaan digital untuk IPO disikapi positif oleh Bima. Dengan kondisi industri yang dinamis, ia percaya langkah ini akan membawa dampak baik bagi perkembangan ekonomi digital.

Sebagai informasi, kabar Blibli akan IPO santer terdengar menyusul status unicorn yang baru saja disandangnya.  Hal ini diungkapkan oleh CEO Blibli, Kusumo Martanto dengan DailySocial.id beberapa waktu lalu bahwa perusahan telah mencapai valuasi US$10 miliar.

Hari ini, Bloomberg memberitakan, Blibli telah memilih penasihat untuk memuluskan rencana aksi korporasi tersebut. Laporan tersebut menyatakan Blibli tengah menjalin kerja sama dengan Credit Suisse Group AG dan Morgan Stanley untuk menjajaki proses IPO.

Asal tahu saja, e-commerce milik orang terkaya di Indonesia Robert Budi Hartono beserta kakaknya, Michael Bambang Hartono ini menempati urutan kelima sebagai marketplace dengan jumlah pengunjung situs bulanan tertinggi di Indonesia. 

Statistik per kuartal I-2021 dari iprice.co.id melaporkan, pengunjung bulanan Blibli pada kuartal I-2021 mencapai 19,59 juta.

Berita Terkait