Biaya Haji Tahun 2022 Naik, Ini Penyebab dan Penjelasannya

27 Mei 2022 22:32 WIB

Penulis: Muhammad Heriyanto

Editor: Laila Ramdhini

Jemaah haji sedang menjalankan prosesi ibadah haji disekitar Kabbah, Kota Mekah, Saudi Arabia pada musim haji . (Kemenag RI)

JAKARTA - Kenaikan Pajak Pertambahan Nilai atau PPN di Arab Saudi menyebabkan kenaikan pada Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih). Masyarakat Indonesia yang mendaftar haji tahun 2022 ini harus membayar Bipih sebesar Rp39,9 juta.

Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu mengatakan kenaikan PPN dari 5% menjadi 15% yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi membuat Bipih membengkak pada tahun ini.

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dan pemerintah menyepakati biaya Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahun 2022 sebesar Rp39,9 juta. Bipih merupakan salah satu komponen dalam Biaya Penyelenggaran Ibadah Haji (BPIH) yang tahun 2022 ini nilainya ditetapkan sebesar Rp81,75 juta.

“Tahun ini agak spesial karena biaya haji cukup tinggi, tapi alhamdulillah sudah dimulai dan kuotanya baru separuh, mudah-mudahan tahun depan bisa full,” ujar Anggito dalam pantauan di Youtube Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) Kementerian Keuangan, Jumat, 27 Mei 2022.

Selain kenaikan PPN di Arab Saudi, beberapa faktor yang menyebabkan kenaikan Bipih yakni kenaikan harga Avtur sebagai bahan bakar pesawat, nilai tukar rupiah yang melamah, dan biaya protokol kesehatan dan asuransi kesehatan.

“Ada protokol kesehatan, ada asuransi kesehatan, ada penambahan kualitas dari pelayanan maupun faktor kurs, faktor harga minyak, itu membuat biaya haji tahun ini yang cukup tinggi,” ujar Anggito.

Sementara itu, Bipih sendiri meliputi biaya perjalanan sebesar Rp29,50 juta, Living cost sebesar Rp5,77 juta, sebagian akomodasi jemaah di Mekah sebesar Rp2,69 juta, sebagian akomodasi jemaah di Madinah sebesar Rp769.000 dan pembuatan VISA sebesar Rp1,15 juta.

Anggito berharap keberangkatan jamaah haji tahun ini menjadi awal kebangkitan setelah dua tahun tidak ada haji. Dia menyebut tahun ini BPKH sudah mempersiapkan perjalanan haji dengan baik.

“Dengan persiapan yang memadai dari sisi keuangan maupun dari sisi koordinasi dengan Kementerian Agama, tahun ini kita selenggarakan dengan full, dengan kemampuan yang ada,” ujar Anggito.

Berita Terkait