BI Tanggung Biaya Bunga Pengadaan Vaksin COVID-19 Rp98 Triliun

24 Agustus 2021 10:45 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Editor: Rizky C. Septania

Ilustrasi Vaksin Moderna (Dok. Humas RSUP M Djamil)

JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan Bank Indonesia (BI) bakal membiayai seluruh bunga vaksinasi dan penanganan kesehatan pandemi COVID-19. BI bakal menanggung biaya tersebut dengan maksimum limit mencapai Rp58 triliun pada tahun ini dan Rp40 triliun pada 2022.

“Pembiayaan BI ini dilakukan dalam skema kerja sama pemerintah dan BI pada Surat Keputusan Bersama (SKB) III. Namun kami tetap memperhatikan kemampuan neraca BI,” jelas Sri Mulyani dalam konferensi pers, Selasa, 24 Agustus 2021.

Jika BI tidak sanggup menanggung seluruh biaya bunga tersebut, maka pemerintah bakal turun tangan melakukan pelunasan. Kendati demikian, pemerintah bakal mendapat keistimewaan berupa suku bunga acuan BI tenor 3 bulan.

Suku bunga acuan tersebut tercatat berada di bawah suku bunga pasar yang biasa menggunakan BI-7 days reverse repo rate (BI-7DRR).

Sebelumnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengalokasikan Rp57,75 triliun untuk vaksinasi COVID-19. Alokasi dana itu belum termasuk beban bunga pengadaan vaksin.

Menurut data Satuan Tugas (Satgas) COVID-19, total jumlah vaksinasi tahap pertama di Indonesia sudah mencapai 57,77 juta orang . Sebanyak 32,04 juta orang di antaranya telah menerima vaksin COVID-19 dosis ke dua.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan ketersediaan vaksinasi sebagai prioritas dalam penanganan COVID-19. Dalam pidato Nota Keuangan 16 Agustus 2021 lalu, Mantan Wali Kota Solo ini bakal menjamin warga negara Indonesia berhak menerima vaksin COVID-19.

“Ketersediaan dan keterjangkauan harga obat akan terus kita jamin, dan tidak ada toleransi sedikitpun terhadap siapa pun yang mempermainkan misi kemanusiaan dan kebangsaan ini. Selain itu, pemerintah bekerja keras mengerahkan semua sumber daya demi mengamankan pasokan kebutuhan vaksin nasional," kata Jokowi.

Berita Terkait