BI Rate Terendah Sepanjang Sejarah Jadi 3,75 Persen, IHSG Sepekan Diprediksi Justru Suram

JAKARTA – Sepanjang tiga pekan terakhir, performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memang terbilang cukup ciamik. Pekan lalu saja (16-20 November 2020) IHSG berhasil ditutup menguat 2,03% ke posisi 5.571,65.

Dalam lima hari itu, IHSG sempat berada pada level tertinggi 5.594,05 dan level terendah 5.494,87. Sektor infrastruktur dan properti menjadi pendorong laju indeks dengan kenaikan masing-masing 6,75% dan 4,55%.

Seiring dengan penguatan dari dua sektor ini, investor asing juga membukukan pembelian sebesar Rp16,61 triliun. Sedangkan aksi jual investor asing hanya Rp15,44 triliun.

Sayangnya, pekan ini IHSG diprediksi tidak akan sekinclong pekan-pekan sebelumnya. Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee menyebut, pekan ini IHSG akan tergoyang isu tingginya kasus COVID-19 dunia.

“Ditambah masalah stimulus dan pasar keuangan yang naik banyak beberapa pekan terakhir sehingga membuka koreksi sehat IHSG,” terang Hans dalam riset mingguan yang diterima TrenAsia.com, Minggu, 22 November 2020.

Kondisi perekonomian yang masih belum pulih juga menjadi salah satu sentimen negatif bagi pergerakan IHSG pekan ini. Pun demikian dengan bayang-bayang Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia di kuartal IV-2020, secara keseluruhan ekonomi 2020 kemungkinan masih akan berada di teritori negatif 1,7% hingga positif 0,6%.

Kendati demikian, IHSG bakal sedikit terdorong oleh sentimen positif dari turunnya suku bunga acuan alias BI 7 Days Reverse Repo Rate menjadi 3,75%. Namun itu saja tidak cukup mengingat saat ini optimisme investor terhadap vaksin COVID-19 mulai melemah.

“Hal ini sangat terpengaruh oleh vaksin COVID-19,” kata dia.

Dia memerkirakan IHSG terkonsolidasi melemah sepanjang pekan ini. Dia memerkirakan IHSG akan bergerak pada rentang support 5.541-5.462 dan resistance 5.628-5.657. (SKO)

Tags:
beiBI 7 Days Reverse Repo RateBI RateBursa Efek IndonesiaHeadlineihsgPasar modalprediksi IHSGprediksi ihsg dalam sepekanrekomendasi sahamvaksin COVID-19
Fajar Yusuf Rasdianto

Fajar Yusuf Rasdianto

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: