BI Mulai Tapering Maret 2022, GWM Akan Naik Bertahap

21 Januari 2022 16:04 WIB

Penulis: Ismail Pohan

Editor: Ismail Pohan

Karyawan memindahkan tumpukan uang rupiah di cash pooling Bank Mandiri, Jakarta, Jum'at, 21 Januari 2022. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

Bank Indonesia (BI) akan mulai melakukan pengurangan penambahan likuiditas (tapering off) pada akhir kuartal I-2022.  Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, normalisasi likuiditas ini akan dilakukan dengan menaikkan secara bertahap Giro Wajib Minimum (GWM) rupiah untuk Bank Umum Konvensional (BUK), GWM rupiah untuk Bank Umum Syariah (BUS), maupun Unit Usaha Syariah (UUS).

Dalam hal peningkatan GWM rupiah untuk BUK yang saat ini 3,5%, Perry mengatakan, akan dimulai pada 1 Maret 2022 sebesar 150 bps menjadi 5,0% dengan pemenuhan secara harian sebesar 1,0% dan secara rata-rata sebesar 4,0%.

Kenaikan GWM pada dasarnya dilakukan untuk mengurangi likuiditas bank atau dengan kata lain untuk mengerem penyaluran kredit.Walau demikian, Bank Indonesia memastikan kebijakan ini tidak mengganggu kegiatan perbankan dalam penyaluran kredit ataupun pembelian Surat Berharga Negara (SBN).

Selain itu, BI akan memberikan jasa giro sebesar 1,5% kepada BUK, BUS, dan UUS yang memenuhi kewajiban GWM dalam rupiah secara rata-rata. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

Berita Terkait