BFI Finance Raup Laba Bersih Rp487,42 Miliar, Naik 46,8 Persen pada Semester I-2021

24 Juli 2021 00:03 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Laila Ramdhini

BFI Finance

TANGERANG SELATAN – PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) mencetak laba bersih sebesar Rp487,42 miliar pada semester I-2021, melonjak 46,8% year on year (yoy) dan 12,4% quarter on quarter (qoq).

Kenaikan laba ini ditopang oleh meningkatnya nilai pembiayaan baru sebesar 48,7% menjadi Rp6,1 triliun yoy. 

“Tren peningkatan pembiayaan baru berdampak positif terhadap profit perusahaan. Nilai receivables yang kami kelola akan turut dan terus disasar ke arah perbaikan dan peningkatan,” kata Finance Director BFI Finance, Sudjono dalam keterangan resmi, Jumat 23 Juli 2021.

Dari segi kualitas pembiayaan, non-performing financing (NPF) turun 158 basis points yoy dan 11 basis points qoq menjadi 2,15% per Juni 2021. Rasio ini lebih rendah dari rata-rata industri yang dilaporkan mencapai 4,05% pada Mei 2021. 

Sudjono menjelaskan penurunan NPF ini seiring dengan pengelolaan nilai outstanding restrukturisasi pembiayaan dari nilai tertinggi dari Rp5,3 triliun menjadi Rp2,7 triliun. Perseroan memutuskan melangkah hati-hati dengan membatasi sementara lini produk pembiayaannya di akhir kuartal I-2020.

Kemudian, memberlakukan relaksasi kredit pembiayaan dan adaptasi bisnis di masa pandemi dengan memprioritaskan protokol kesehatan. Dengan pengelolaan risiko secara cermat dan menjaga rasio pembiayaan bermasalah seminim mungkin. 

Secara rinci, kontrak baru pada Januari-Juni 2021 masih didominasi oleh pembiayaan mobil bekas sebesar 71,2% atau menyumbang Rp4,34 triliun. Portofolio pembiayaan terbesar kedua adalah motor bekas sebesar 14,3% dan pembiayaan alat berat & permesinan sebesar 10,7%. 

Sisanya sebesar 3,8% adalah komposisi pembiayaan mobil baru, property backed financing (PBF), dan syariah. 

Sebagai informasi, perseroan telah membagikan dividen senilai Rp269 miliar, atau 38,4% dari laba tahun buku 2020 pada 25 Juni 2021 kemarin. Sudjono menambahkan, pembagian dividen berbuah manis dengan adanya aliran pendanaan dari beragam sumber, sehingga kebutuhan pendanaan sepanjang 2021 tercukupi. 

“Hampir seluruh kebutuhan pendanaan tahun ini sudah tertutupi, contohnya surat utang yang diutilisasi dengan baik dan fasilitas kredit dari bank untuk memperkuat modal kerja,” ujar Sudjono. 

Terakhir, BFI Finance merilis Obligasi Berkelanjutan V BFI Finance Indonesia Tahap II Tahun 2021 bernilai emisi Rp1 triliun yang siap ditawarkan mulai tanggal 30 Juli – 3 Agustus. Penerbitan obligasi ini adalah bagian dari dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) V dengan total target penghimpunan dana sebesar Rp6 triliun. 

Cash flow position perusahaan baik. Sangat baik,” kata Sudjono.

Berita Terkait