Bertahap, Pemulihan Ekonomi akan Terjadi 2021

26 Desember 2020 20:20 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di ruas jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu, 4 November 2020. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA  – Economist PT Bank Danamon Indonesia Tbk Wisnu Wardana menyebut pemulihan ekonomi global dan domestik akan berlanjut pada tahun depan.

“Ini terlihat dari aktivitas ekonomi negara mitra dagang yang berangsur membaik. Jadi, akan bakal mendorong kinerja ekspor,” mengutip keterangan tertulis, 26 Desember 2020.

Di samping itu, lanjutnya, penerapan protokol kesehatan bersaman dengan distribusi vaksin akan meningkatkan mobilitas masyarakat. Ia pun menilai, kepercayaan konsumen bisa terdorong dengan gairah investasi sehingga permintaan masyarakat mulai meningkat.

Lebih rinci, di sektor keuangan volatilitas nilai tukar rupiah diperkirakan lebih rendah sejalan dengan perbaikan ekonomi domestik. Nantinya, ini bisa mendorong impor dan perbaikan harga komoditas, terutama minyak kelapa sawit (CPO).

Kemudian, potensi masuknya arus modal asing juga semakin berkembang di Indonesia. Menurutnya, ini terjadi seiring dengan berlanjutnya stimulus fiskal di negara maju dan kebijakan bank sentral dunia yang akomodatif.

Di sisi kebijakan fiskal dan moneter, Bank Indonesia (BI) menyatakan terus berkomitmen menjaga suku bunga acuan pada level yang rendah. Selain itu, bank sentral ini jug melanjutkan Quantitative Easing (QE) untuk menjaga ketersediaan likuiditas.

Untuk konsolidasi fiskal, tahun depan target defisit lebih kecil 5,7% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Dengan kata lain, pemerintah ingin memenuhi target defisit di bawah 3,0% pada tahun 2023

“Dalam APBN 2021, anggaran untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) akan dilanjutkan senilai Rp370 triliun,” tambahnya. Meskipun demikian, Wisnu tetap memandang pemulihan ekonomi akan terjadi secara bertahap. Sebab, masih ada tantangan dalam hal distribusi vaksin dan risiko gelombang kedua penyebaran COVID-19 di dunia.

Berita Terkait