Bertabur SWF, Saham Mitratel (MTEL) Justru Terkoreksi pada Debut Perdana

22 November 2021 13:00 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Vega Aulia

Pencatatan saham Mitratel (MTEL) di BEI pada Senin, 22 November 2021 (null)

JAKARTA – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk alias Mitratel resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 22 November 2021 dengan kode saham MTEL. Sempat terbang ke level tertinggi Rp890 per lembar, saham anak usaha BUMN ini justru mengalami koreksi menjelang penutupan sesi pertama.

Mematok harga Rp800 per lembar pada penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) dan sempat melejit 90 poin, saham MTEL justru mengalami koreksi 1,88% atau sebesar 15 poin di level Rp785 per lembar, atau di bawah harga IPO pada akhir sesi pertama perdagangan.

Debut perdana perdagangan saham Mitratel ditandai dengan Opening Bell Ceremony yang dilakukan oleh jajaran direksi Mitratel beserta direksi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) sebagai induk usaha.

Dikutip dari portal resmi Indonesia Investment Authority (INA), disebutkan bahwa pihaknya turut menjadi investor dalam gelaran IPO Mitratel. Tak hanya itu, lembaga pengelola dana abadi (sovereign wealth fund/SWF) dari berbagai negara juga turut andil sebagai investor perseroan.

“Kami juga menyambut baik GIC, Abu Dhabi Investment Authority (ADIA), dan Abu Dhabi Growth Fund (ADG) yang turut berpartisipasi dan kami yakin akan menambah nilai strategis bagi Mitratel,” tulis pengumuman tersebut, Senin, 22 November 2021.

IPO Mitratel diyakini mampu menjadi salah satu katalis untuk menggerakkan kembali pasar modal dan perekonomian Indonesia. Dengan dukungan seluruh shareholders dan stakeholders, Mitratel akan dikelola dengan tata kelola perusahaan yang baik dengan menjaga independensi, profesionalisme dan transparansi. 

Sebelumnya, perseroan menawarkan sebanyak 23.493.524.800 lembar saham biasa atas nama pada harga Rp800 per lembar pada proses IPO. Sehingga, total pendanaan yang diraup melalui aksi korporasi itu mencapai Rp18,79 triliun.

Mitratel telah menunjuk PT BRI Danareksa Sekuritas, HSBC, JP Morgan, PT Mandiri Sekuritas, dan Morgan Stanley sebagai Joint Book Runners dan Joint Global Coordinators. BRI Danareksa Sekuritas bersama Mandiri Sekuritas juga bertindak sebagai Joint Lead Managing Underwriters dan Domestic Underwriters

Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko menjelaskan bahwa dana dari hasil penawaran umum perdana saham akan digunakan untuk mengembangkan kompetensi dan kapabilitas perusahaan menjadi perusahaan unggul, profesional, dan transparan. 

“Kami pahami perubahan teknologi yang cepat akan mengakselerasi seluruh kompetensi Mitratel baik saat ini maupun waktu mendatang. Hal ini telah dirumuskan dalam business plan yang tak hanya semata-mata pada bisnis menara telekomunikasi, tapi berkembang menjadi infrastructure company yang siap untuk mendukung era 5G dan kelanjutannya," katanya. 

Sesuai rencana, perseroan akan menggunakan 40% dana hasil IPO untuk belanja modal organik, 50% untuk anorganik, dan 10% untuk modal kerja serta kebutuhan Perseroan lainnya. 

Berita Terkait