Berkebun Ramah Lingkungan A La Demfarm.id di Rumah

27 Juli 2021 04:02 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Laila Ramdhini

Sutriani Kamal mengecek tanaman hidroponik di kebunnya yang berada di atas atap rumahnya kawasan Sudimara Barat, Kecamatan Ciledug, Tangerang Selatan, Rabu, 14 Oktober 2020. Berkat ketelatenannya membudidayakan sayuran, Sutriani bersama suaminya sukses meraup untung dari hasil panen sayuran hidroponik sekitar Rp 5 juta setiap bulannya. Hasil panen yang hanya dipasarkan sekitaran lingkungan dan para UMKM di Kecamatan Ciledug sangat membantu perekonomian keluarganya dimasa pandemi. Pembeli dapat memanen atau memilih sendiri sayuran yang diinginkan dengan harga yang terjangkau Rp4 ribu per ikatnya. Foto: Panji Asmoro/TrenAsia

JAKARTA — Belakangan ini, berkebun di rumah menjadi hal yang menarik dilakukan untuk mengisi luang waktu di rumah. Apalagi, saat pemerintah memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat di luar karena pandemi Covid-19. 

Beberapa orang mulai menanam tanaman hias yang sempat viral di awal pandemi. Sebagian lagi menanam sayur-sayuran organik untuk dapat dikonsumsi. Bahkan ada yang mengadopsi metode tanam hidroponik di rumahnya. Kegiatan berkebun ini masih bertahan hingga hari ini.

Berdasarkan penelitian, berkebun dapat memberi dampak positif dan bermanfaat bagi kesehatan psikologis dan fisik. Manfaat ini setara dengan melakukan tamasya atau piknik ke lingkungan hijau di luar rumah. Sehingga berkebun menjadi aktivitas yang bagus dilakukan di rumah, terutama di masa PPKM ini.

Dalam penelitian tersebut juga disampaikan bahwa berkebun dapat menurunkan tingkat depresi hingga 13%, stress 16%, dan meningkatkan energi hingga 12%.

Namun, menurut peneliti di Royal Horticultural Society, Laurine Chalmin Pui, kebanyakan orang mengatakan mereka berkebun untuk mendapatkan kesenangan.

Berkebun Ramah Lingkungan

Banyak orang yang sudah memulai kegiatan berkebun di rumah, tapi masih sedikit yang memerhatikan ekosistem lingkungannya. Padahal, setiap orang bisa menciptakan kebun yang ramah lingkungan di rumah.

Menurut inisiator Demfarm.id,Khairunisa Nurrahmah, berkebun di rumah ramah lingkungan bisa dimulai dengan menjadikan taman yang lestari dan menjadi tempat singgah satwa liar.

"Satwa liar yang dimaksud adalah hewan yang tidak dipelihara oleh siapapun, seperti burung, lebah, kupu-kupu, dan lainnya. Kebun ramah lingkungan ini terinspirasi dari Kebun Devi yang dulu kami pernah live bareng di Instagram membahas kebun," katanya, Senin 26 Juli 2021.

Disampaikan Khai, untuk menjadikan kebun yang ramah lingkungan dibutuhkan beberapa hal untuk membangun ekosistemnya. Pertama, Khai mengajak pembaca Demfarm.id untuk menanam bunga. Hal ini bertujuan untuk menarik kehadiran kupu-kupu, lebah, dan hewan lainnya.

Kedua, Khai menyarankan untuk menampung air hujan dalam wadah, misalnya tong. Air ini, kata Khai, akan digunakan untuk menyiram tanaman sehingga dapat menghemat penggunaan air di rumah dengan tidak mengurangi kebutuhan air tanaman. Ketiga, lanjut Khai, memberi makan burung-burung liar. Makanan burung bisa ditebar di atas halaman.

"Kehadiran burung-burung ini akan membuat kebun mini di rumah penuh dengan kicauan burung yang merdu, meski hanya sesaat," katanya.

Selain tiga hal tersebut, Khai juga mengajak untuk menanam sayur di rumah. Selain mengurangi emisi CO2, menanam sayuran sendiri di rumah juga menghemat penggunaan kemasan plastik. Tak hanya itu, sayuran yang ditanam di rumah bisanya lebih kaya nutrisi dan bebas pestisida.

Kemudian, Khai mengajak untuk membuat kompos sendiri dari sisa makanan di rumah, menggunakan barang tidak terpakai untuk dekorasi kebun mini, dan membuat kolam ikan kecil yang bermanfaat untuk menarik makhluk amfibi dan serangga untuk mencari tempat yang basah.

"Ide ini dari kebun di rumah mba Devi atau yang dikenal Kebun Devi. Dia membuat kolam ikan di kebunnya. Ini sangat bermanfaat, bisa untuk burung dan mamalia yang haus, karena bisa menjadi sumber air," kata Khai.

Kondisi Tanah untuk Kebun di Rumah

Tanah menjadi komponen penting untuk memiliki kebun mini di rumah. Sebelum menanam, ada baiknya memeriksa kondisi tanah di rumah, bernutrisi atau tidak. Jika tanah tidak subur, tanaman tidak akan tumbuh dengan optimal.

Ada banyak informasi untuk meningkatkan kesuburan tanah yang bisa diperoleh bagi pemula yang ingin mulai berkebun di rumah. Salah satunya di laman Demfarm.id.

Salah satu cara menyuburkan tanaman yang dikutip dari Demfarm.id adalah dengan menyiram permukaan tanah secara rutin. Sebab, menyiram dapat merangsang akar tanaman sehingga membuat tanaman tumbuh dengan baik. Bahkan di Demfarm.id juga dibahas mengenai waktu yang tepat untuk menyiram tanaman.

Selain hal tersebut, untuk mendapatkan tanah yang subur perlu ditambahkan penggunaan pupuk untuk memperbaiki struktur tanah. baik pupuk kandang, kompos maupun pupuk kimia NPK.

"Untuk pertumbuhan tanah pada tanaman, juga penting loh menjaga keseimbangan antara porositas makro dan mikro. Boleh untuk lengkapnya mampir di Demfarm.id, ya," tutup Khai.

Sebagai informasi, Demfarm.id menjadi salah satu situs pemberitaan yang fokus menyajikan informasi seputar bercocok tanam, baik pertanian skala besar maupun pemula. Demfarm.id juga hadir dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris.
 

Berita Terkait