Berkebun di Rumah Tak Lagi Sulit, Simak Tips dari Demfarm untuk Pemula

19 Agustus 2021 12:00 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Rizky C. Septania

Sutriani Kamal bersama tetangga mengecek tanaman hidroponik di kebunnya yang berada di atas atap rumahnya kawasan Sudimara Barat, Kecamatan Ciledug, Tangerang Selatan, Rabu, 14 Oktober 2020. Berkat ketelatenannya membudidayakan sayuran, Sutriani bersama suaminya sukses meraup untung dari hasil panen sayuran hidroponik sekitar Rp 5 juta setiap bulannya. Hasil panen yang hanya dipasarkan sekitaran lingkungan dan para UMKM di Kecamatan Ciledug sangat membantu perekonomian keluarganya dimasa pandemi. Pembeli dapat memanen atau memilih sendiri sayuran yang diinginkan dengan harga yang terjangkau Rp4 ribu per ikatnya. Foto: Panji Asmoro/TrenAsia

JAKARTA - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang kembali diperpanjang hingga 23 Agustus ini memaksa masyarakat untuk bertahan di rumah lebih lama lagi. 

Hal ini membuat masyarakat, lagi-lagi harus mencari aktivitas untuk tetap produktif di rumah. Salah satu aktivitas yang mulai tren pada saat pandemi ini adalah berkebun di rumah. Bahkan, beberapa mengaku mendapatkan manfaat dari berkebun di rumah.

Yulianisa misalnya, warga Depok ini memiliki halaman kecil yang dimanfaatkan untuk berkebun mini. Sehingga beberapa kebutuhan memasak di dapur tak lagi harus dibeli keluar rumah.

“Saya kalau butuh jahe tinggal ambil di halaman. Mau nyeduh teh, udah ada bunga telang. Pengennya juga nanem cabe, biar nggak lagi ngerasain mahalnya harga cabe,” katanya, Rabu 18 Agustus 2021.

Masa pandemi mengubah kebiasaan wanita yang akrab disapa Nisa ini untuk berkebun. Selain bermanfaat mengurangi ketegangan hidup dan stress karena pandemi, Nisa mengaku berkebun dapat memenuhi kebutuhan dapurnya.

Pemanfaatan lahan di rumah untuk berkebun juga dilakoni beberapa artis tanah air, sebut saja Prilly Latuconsina, Tantri Namira, Nadine Chandrawinata, Ayudia, dan lainnya.

Tren Berkebun di Era Pandemi

Berkebun menjadi salah satu tren positif yang dilakukan banyak masyarakat Indonesia sejak pandemi. Tren ini diyakini sebagai momentum mendekatkan manusia dengan alam.

Seorang Learning Coordinator Kebun Kumara Sarah Adipayanti menyebutkan minat berkebun masyarakat Indonesia dapat dilihat dari tingginya pesan yang masuk melalui media sosialnya. Adapun isi dari pesan tersebut tak jauh dari pertanyaan mengenai teknik bertanam hingga cara memanen.

“Lebih interaksi sosial di Instagram. Atau ada banyak juga yang bertanya melalui webinar online tentang berkebun,” katanya, sebagaimana disitat dari BBC News.

Menurut Sarah, Kebun Kumara saat ini memang banyak melakukan kegiatan online dengan membuat konten kreatif dan edukasi. Dari kegiatan ini Sarah melihat banyak masyarakat Indonesia yang semakin tertarik dan peka untuk berkebun di rumahnya sendiri.

Tips berkebun untuk Pemula

Sebagaimana disampaikan Sarah, Kebun Kumar tengah giat membuat konten kreatif dan edukasi. Sarah juga kerap berbagi pengetahuan tentang bertanam di media sosialnya. Hal tersebut dapat menjadi sarana pembelajaran yang bisa dimanfaatkan untuk pemula yang ingin berkebun di rumah.

Selain Sarah dan Kebun Kumara, ada pula Demfarm.id, sebuah website yang memuat banyak tips dan informasi berkebun, baik skala besar maupun kecil. Website ini hadir dengan bahasa yang mudah dipahami serta memiliki media sosial Instagram untuk melakukan interaksi dengan pembacanya.

Dalam berkebun, Demfarm.id mengajak pembacanya untuk mengetahui informasi tentang pupuk, mulai dari manfaat, fungsi, dan kandungan yang ada pada setiap jenis pupuk.

“Karena setiap pupuk itu berbeda-beda kandungan dan manfaatnya, jadi kami mencoba membantu untuk sharing informasi tentang pupuk sehingga yang baru mulai menanam nggak bingung atau bahkan salah memberi pupuk pada tanamannya,” kata Inisiator Demfarm.id, Khairunnisa Nurrahmah.

Misalnya saja pupuk urea, lanjut Khai, jenis pupuk ini memiliki banyak manfaat untuk tanaman. Di antaranya membuat daun tanaman lebih hijau dan segar, menambah kandungan protein tanaman, dan dapat digunakan untuk semua jenis tanaman, baik pangan, hortikultura, dan tanaman perkebunan.

“Dengan pemupukan yang tepat dan benar (berimbang) secara teratur, tanaman akan tumbuh segar, sehat, dan memberikan hasil yang berlipat ganda serta tidak akan merusak struktur tanah,” kata Khai.

Adapun tips berkebun dari Demfarm, yaitu:

  1. Kenali jenis tanah di halaman rumah yang akan ditanami. Anda bisa membaca informasinya di beberapa artikel demfarm mengenai “Pupuk Bisa Bantu Kesuburan Tanah”.
  2. Pilih jenis tanaman yang sering dikonsumsi dan mudah ditanam serta mudah perawatannya, seperti daun selada, bawang merah, kangkung, tomat, pakcoy, dan lainnya.
  3. Lakukan penyiraman yang rutin. Tanaman membutuhkan kelembapan yang bagus untuk tumbuh. Pembahasan ini juga dapat dibaca pada artikel yang berjudul “Menyiram Tanaman Kesayangan Itu Ada Waktunya, Lho!”.
  4. Perawatan. Walau cuma kebun mini di rumah, tapi tanaman tetap harus dirawat. Kebersihan kebun dan tanaman perlu diperhatikan. Bersihkan dengan rutin agar tanaman tetap higienis.
  5. Panen.

Demfarm.id juga memiliki E-book mengenai panduan bercocok tanam mudah di rumah yang bisa diunduh secara gratis.

 

Berita Terkait