BTN Salurkan Kredit Rp265,9 Triliun Ditopang KPR Subsidi

29 Juli 2021 02:02 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Laila Ramdhini

Nasabah mencari informasi mengenai kredit pemilikan rumah (KPR) di kantor pusat Menara BTN, Gajahmada, Jakarta, Selasa, 16 Februari 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) telah menyalurkan kredit dan pembiayaan sebesar Rp265,9 triliun pada kuartal II-2021, tumbuh 5,59% secara tahunan atau year on year (yoy).

Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo mengungkapkan kinerja positif kredit BTN terutama ditopang oleh pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi. 

“Pertumbuhan tersebut tercatat berada jauh di atas rata-rata industri perbankan nasional. Data Bank Indonesia merekam pertumbuhan kredit industri perbankan nasional hanya tumbuh sebesar 0,45 persen yoy per Juni 2021,” kata Haru dalam konferensi pers, Rabu 28 Juli 2021.

Penyaluran kredit BTN untuk PR subsidi naik 11,17% yoy menjadi Rp126,29 triliun, sedangkan KPR non-subsidi tumbuh 0,90% yoy menjadi Rp80,59 triliun. Kredit konsumer non-perumahan juga tercatat meningkat di level 17,47% yoy menjadi Rp5,43 triliun. 

Tak hanya kenaikan penyaluran, BTN juga mencatat perbaikan pada kualitas kredit. Rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) gross BTN membaik sebesar 61 bps ke level 4,10% dari 4,71% di periode yang sama tahun lalu. 

Penurunan NPL tersebut juga disertai peningkatan pencadangan sebesar 1.282 bps dari 107,90% pada kuartal II-2020 menjadi 120,72% di kuartal II-2021.

Dengan ekspansi kredit tersebut, perseroan mencatatkan peningkatan pendapatan bunga sebesar 1,39% yoy. Beban bunga juga berhasil ditekan turun sebesar 13,63% yoy sehingga pendapatan bunga bersih BTN melonjak di level 28,18% yoy.

Ditambah berbagai perbaikan proses bisnis lain, laba bersih BTN tercatat tumbuh di level 19,87% yoy menjadi Rp920 miliar pada kuartal II-2021 dari Rp768 miliar di periode yang sama tahun lalu.

Berita Terkait