Berkat e-Commerce, 13 Persen UMKM di Indonesia Sudah Go-Digital

12 Agustus 2021 20:35 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Laila Ramdhini

Pekerja menyiapkan barang pesanan untuk dikirimkan kepada pembeli di gudang toko daring Lazada di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Selasa (23/5). Untuk mengimbangi perkembangan. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Hasil studi Lazada di kuartal IV-2020 menunjukkan 13% usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia sudah terdigitalisasi. SVP Traffic Operations & Seller Engagement Lazada Indonesia Haikal Bekti Anggoro menjelaskan capaian ini tak lepas dari peran e-commerce.

“Kami percaya bahwa UMKM di Indonesia memiliki keunggulan komparatif dalam hal sumber daya dan kreativitas,” kata Haikal dalam keterangan resmi, Kamis 12 Agustus 2021.

Di bawah payung Gerakan Akselerasi Karya Rakyat (AKAR) Indonesia, inisiatif Lazada untuk terus melindungi serta mendukung dan memberdayakan UMKM dilakukan dengan pendekatan holistic. Termasuk di antaranya berbagai dukungan program pelatihan yang telah berlangsung lama. 

Untuk para UMKM lokal yang tergabung di Lazada, tersedia Lazada University, Komunitas #LazadaClub, Seller Conferences, Edutainment series, Webinar, LazStar Academy, dan program onboarding lainnya. 

Setelah sebelumnya menjalankan program vaksinasi untuk para UMKM, Lazada juga melakukan  penutupan akses impor untuk tekstil & fesyen, kuliner, dan kerajinan. 

Nantinya, dalam Gerakan AKAR Indonesia,  Lazada bersama dengan pemerintah akan mendigitalisasi sabuk industri yang membawahi para UMKM nasional untuk meningkatkan literasi digital mereka. 

Selain dari edukasi yang tersedia di Lazada University dan bimbingan strategi bisnis dari Laz Trainer, salah satu fitur dalam memberdayakan para penjual di Lazada adalah fitur Bisnis Analis di dasbor khusus penjual di Lazada, Seller Center. 

Fitur ini dapat digunakan penjual untuk mengakses data dan insights komprehensif secara real-time dengan mudah guna menentukan strategi bisnis yang tepat untuk mengembangkan bisnis mereka.

“Memiliki akses data komprehensif serta kemampuan literasi digital yang baik dapat membantu para UMKM meningkatkan skala usaha serta angka penjualan mereka,” tambah dia.

Berita Terkait