Berkah Pandemi, Pendapatan dan Laba Perusahaan Alat Kesehatan Itama Ranoraya Meroket

23 Februari 2021 05:29 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Emiten farmasi dan alat kesehatan PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) saat IPO di Bursa Efek Indonesia / Dok. Perseroan

JAKARTA – Emiten distributor alat kesehatan PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2020. Di kala pandemi, perseroan berhasil mencatat pertumbuhan pendapatan sekaligus laba.

Berdasarkan laporan keuangan tahunan yang dirilis IRRA melalui Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan perseroan per 31 Desember 2020 mencapai Rp563,89 miliar. Angka ini melonjak hingga 100,14% year-on-year (yoy) dari realisasi pendapatan tahun sebelumnya sebesar Rp281,75 miliar.

Peningkatan itu disebabkan meroketnya pendapatan produk Diagnostic in Vitro hingga 183,37% yoy dari Rp144,97 miliar pada 2019, menjadi Rp410,80 miliar pada tahun lalu.

Disusul oleh peningkatan pendapatan dari produk alat kesehatan non elektromedik steril menjadi Rp147,77 miliar pada 2020 atau naik 24,81% dari Rp118,40 miliar pada tahun sebelumnya.

Dengan capaian itu, laba komprehensif perseroan pun meningkat 82,20% yoy dari Rp33,09 miliar menjadi Rp60,29 miliar. Laba kotor perseroan juga membumbung 102,08% menjadi Rp120,42 miliar pada 2020, dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp59,59 miliar.

Di sisi lain, beban pokok penjualan juga meningkat 99,62% yoy menjadi Rp443,47 miliar dari sebelumnya Rp222,16 miliar. Hal ini diikuti oleh naiknya beban operasional perseroan secara tahunan dari Rp16,19 miliar menjadi Rp42,22 miliar.

Liabilitas Melejit

Sementara itu, liabilitas jangka pendek naik secara tahunan dari Rp89,22 miliar menjadi Rp291,34 miliar pada 2020. Kemudian, liabilitas jangka panjang turut naik menjadi Rp1,6 miliar pada 2020 dari tahun sebelumnya Rp1,05 miliar.

Sehingga, total liabilitas perseroan pada 2020 melonjak 224,55% menjadi Rp292,94 miliar pada 2020, dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp90,26 miliar. Sedangkan, ekuitas IRRA terkerek 3,04% yoy dari Rp235,17 miliar menjadi Rp242,33 miliar.

Direktur Keuangan Itama Ranoraya, Pratoto Satno Raharjo mengatakan, penyebab kenaikan liabilitas perusahaan dikarenakan adanya pembelian produk dalam jumlah besar pada akhir tahun 2020, Sehingga, kata dia, nilai utang dagang menjadi besar karena belum jatuh tempo.

Total kas dan setara kas perseroan menebal signifikan sebesar 443,72% dari Rp42,86 miliar pada 2019, menjadi Rp233,04 pada tahun lalu. Capaian ini menggenjot total aset perseroan menjadi Rp535,27 miliar pada tahun 2020, dari Rp325,43 miliar di tahun sebelumnya.

“Adapun penyebab kenaikan nilai aset per 31 Desember 2020 dikarenakan adanya penjualan yang nilainya besar pada akhir tahun sehingga nilai piutang dagang menjadi besar karena belum jatuh tempo,” tutur Pratoto melalui pengumuman bursa. (SKO)

Berita Terkait