Berkah Insentif PPnBM, Laba Bersih Bisnis Otomotif Astra Internasional Meroket 362 Persen

09 September 2021 13:00 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Laila Ramdhini

Deretan mobil yang akan di ekspor di Site PT Indonesia Kendaraan Terminal, Sindang Laut, Kali Baru, Cilincing, Jakarta Utara. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – PT  Astra International Tbk (ASII) menuai hasil memuaskan dari sebagian besar divisi bisnisnya, terutama otomotif.

Laba bersih dari divisi otomotif Grup Astra terbang 362% year on year (yoy) menjadi Rp3,3 triliun dari semula Rp716 miliar. Presiden Direktur Astra International Djony Bunarto Tjondro mengatakan bangkitnya industri otomotif didorong oleh langkah penanggulangan COVID-19.

“Serta peningkatan volume penjualan pada semester pertama  tahun ini, terutama pada segmen roda empat yang diuntungkan oleh insentif sementara pajak atas penjualan barang mewah (PPnBM),” kata Djony dalam Public Expose 2021, Kamis 9 September 2021.

Dalam paparannya, ia merinci, penjualan mobil nasional naik 51% menjadi 393.000 unit pada semester I-2021. Penjualan mobil Astra naik 50% menjadi 210.000 unit, dengan pangsa pasar stabil sebesar 53%. 

Untuk diketahui, Astra telah meluncurkan delapan model baru dan enam model revamped pada semester pertama tahun 2021.

Sementara itu, penjualan sepeda motor secara nasional naik 30% menjadi 2,5 juta unit pada  semester I-2021. Penjualan sepeda motor Honda Astra naik 29% menjadi 1,9 juta unit, dengan empat model baru dan tujuh model revamped yang telah diluncurkan.

Selanjutnya, bisnis komponen otomotif ASII dengan kepemilikan 80%, PT Astra Otoparts Tbk  (AOP), mencatatkan laba bersih sebesar Rp267 miliar. Sebelumnya, AOP mencatat rugi bersih sebesar Rp296 miliar pada semester pertama tahun lalu. Terutama disebabkan oleh  peningkatan pendapatan dari segmen pabrikan (original equipment manufacturer) dan  pasar suku cadang pengganti (replacement market). 

Direktur Astra International Gideon Hasan mengakui, insentif PPnBM sangat berpengaruh besar pada peningkatan penjualan mobil nasional. Ia mengungkapkan, penjualan ritel nasional sebelum adanya insentif berkisar 50.000 unit per bulan.

“Namun setelah adanya relaksasi, rata-rata penjualan naik menjadi 70.000 unit per bulan,” ujar dia.

Senada dengan penjualan nasional, Astra mencatat, penjualan sebelum PPnBM per bulan rata-rata hanya di angka 25.000 unit. Setelah insentif, tumbuh menjadi sekitar 38.000 unit per bulan.

Berita Terkait