Berkah Ekonomi RI Bikin IHSG Merekah, OmFin Rekomendasi Saham ELSA, BBKP, dan DOID

February 16, 2021, 06:05 AM UTC

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Direktur Utama Bank Bukopin Rivan A. Purwantono saat hadir dalam Konferensi Pers Virtual dengan Tema “Transformasi Menuju Bukopin Baru” di Jakarta, Senin, 30 November 2020. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ketiga Februari 2021 diprediksi menguat sejalan dengan surplusnya neraca perdagangan. Keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI) akan turut mewarnai pergerakan indeks selama sepekan.

Investor domestik kembali mulai menampakkan optimisme pada pasar modal Indonesia. Hal ini ditunjukkan oleh catatan aksi jual bersih (net sell) investor asing selama satu pekan lalu.

Dengan berbagai gambaran tersebut, CEO Finvesol Consulting Fendy Susianto kembali memberikan tiga menu saham yang berpotensi cuan pada pekan ini. Di antaranya saham PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Bank Bukopin Tbk (BBKP), serta PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID).

Melalui analisis teknikalnya, ia merekomendasikan beli saham ELSA pada rentang harga Rp370 hingga Rp380 per lembar dengan stop (cut) loss level Rp340. Sedangkan, target jual yang ia tuju berada pada kisaran harga Rp450 – Rp480 per lembar saham.

Selanjutnya, Fendy memberikan rekomendasi saham BBKP dibeli pada level harga Rp500 – Rp525 dengan cut loss level Rp470. Adapun stop atau cut loss level diperlukan sebagai bentuk manajemen risiko pada instrumen investasi pasar modal.

“Target jual saham BBKP di Rp600 hingga Rp700,” papar pria yang akrab disapa OmFin tersebut, Senin 15 Februari 2021.

Saham terakhir yang ia rekomendasikan pada pekan ini yakni DOID dengan entry level pada kisaran harga Rp300 – Rp316 dan stop loss level Rp280. Sedangkan, target jual saham DOID adalah Rp360 – Rp400.

Fendi Susiyanto host di program Podcast OmFin Channel (Omongan Investasi dan Financial) /dok TrenAsia
Review Rekomendasi Pekan Lalu

Seperti biasanya, pada pekan lalu OmFin telah merekomendasikan tiga saham yang layak untuk dicermati para investor. Ketiga saham tersebut antara lain PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), serta PT Adaro Energy Tbk (ADRO).

Pekan sebelumnya, OmFin merekomendasikan beli saham TOWR pada harga Rp1.030 – Rp1.050 dengan stop (cut) loss level Rp970. Sementara, target jual berada pada kisaran Rp1.150 – Rp1.200.

Hingga akhir perdagangan Kamis, 11 Februari 2021, saham TOWR ditutup pada level Rp1.075 per lembarnya. Sehingga, ada unrealized gain sebesar 4,35%.

“Harga tertinggi sebenarnya sudah mencapai Rp1.100 atau pada saat itu ada potential gain sebanyak 6,79 persen,” kata pria yang juga merupakan host OmFin Channel di TrenAsia.com itu.

Kemudian, saham kedua yang ia rekomendasikan ialah ADHI dengan target beli pada kisaran harga Rp1.350 – Rp1.400 per lembar dan stop loss level Rp1.270. Target jualnya, berada pada rentang harga Rp1.700 – Rp1.800.

“Saham ADHI mengalami unrealized gain sebesar 10,74 persen ditutup pada level Rp1.495 pada akhir sesi perdagangan pekan lalu,” imbuhnya.

Yang terakhir, ia merekomendasikan beli saham ADRO pada harga Rp1.180 – Rp1.210 dengan level cut loss Rp1.140 per lembar saham. Lalu, target jual OmFin pada saham ADRO pada kisaran harga Rp1.350 hingga Rp1.450.

Saham ADRO pun ditutup pada level Rp1.215 pada akhir perdagangan Kamis 11 Februari 2021. Dari hasil tersebut, terdapat unrealized gain sebesar 0,41%. ADRO juga sempat menyentuh level tertinggi senilai Rp1.255 per lembar saham atau ada potential gain 3,18% pada saat itu.

“Jangan lupa terus investasi. Cuan party, enggak cuan ngopi,” tutup OmFin dengan slogan andalannya. (SKO)