Berkah Akuisisi KEJU, Penjualan Garudafood Naik 6,9 Persen Jadi Rp4,18 Triliun

06 Agustus 2021 21:11 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Editor: Laila Ramdhini

Garudafood (Istimewa)

JAKARTA – PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) berhasil mencatatkan penjualan sebesar Rp4,18 triliun pada semester I-2021. Jumlah ini meningkat 6,9% dari semester I-2020 yang sebesar Rp3,91 triliun.

Salah satu faktor meningkatnya penjualan ini adalah kontribusi penjualan PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) yang baru diakusisi GOOD pada Oktober 2020 lalu. Pada semester I-2021, KEJU berhasil meningkatkan penjualan sebesar 16,8%.

“Momentum lebaran kemarin juga menjadi salah satu faktor yang turut mempengaruhi pertumbuhan penjualan kami,” ujar Direktur GOOD Paulus Tedjosutikno dalam siaran pers, Jumat, 6 Agustus 2021.

Paulus juga mengatakan tingkat kepercayaan konsumen telah meningkat meskipun kondisi pandemi masih berlangsung hingga saat ini. Selain itu, berbagai upaya stimulus dari pemerintah juga disambut baik oleh masyarakat.

Jika dirinci, penjualan lokal pihak berelasi naik menjadi Rp 93,68 miliar naik dari sebelumnya Rp 76,39 miliar. Lalu, penjualan ekspor pihak berelasi naik menjadi Rp 14,15 miliar dari sebelumnya Rp 14,06 miliar.

Selanjutnya, penjualan pihak ketiga lokal mencapai Rp 3,89 triliun dari Rp 3,65 triliun. Sementara itu, ekspor kepada pihak ketiga menjadi Rp 178,66 miliar, dari sebelumnya Rp 167,76 miliar.

Perusahaan milik konglomerat Sudhamek ini pun berhasil mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp201,99 miliar. Jumlah ini meroket 57% dari semester I-2020 yang sebesar Rp129,02 miliar.

Aset GOOD tercatat sebesar Rp6,73 triliun pada semester I-2021, naik 2,5% dibandingkan akhir 2020 yang sebesar Rp6,57 triliun. Liabilitas tercatat naik jadi Rp3,77 triliun dari sebelumnya Rp3,68 triliun dan ekuitas juga naik jadi Rp2,96 triliun dari sebelumnya Rp2,89 triliun.

“Kami bersyukur atas pencapaian di semester 1 tahun ini yang jauh lebih baik dari tahun sebelumnya,” tutur Paulus.

Meski begitu, Paulus menyebut semester II-2021 akan kembali menjadi tantangan di mana GOOD juga menghadapi gelombang kedua pandemi yang cukup besar.

“Melihat kondisi ini kami sebagai pelaku industri akan terus mendukung upaya pemerintah dalam percepatan penanganan pandemi salah satunya berupa pembentukan herd immunity melalui program vaksinasi,” katanya.

Berita Terkait