Berjuang di Tengah Pandemi, Kinerja Permata Bank Tetap Tumbuh

JAKARTA – Semester I 2020, PT Bank Permata Tbk. atau Permata Bank mencatatkan pendapatan operasional sebelum pencadangan sebesar Rp1,7 triliun, tumbuh 24,2% year-on-year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Direktur Utama Permata Bank Ridha D.M Wirakusumah mengatakan, pendapatan tersebut terutama dikontribusi oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 12,1% yoy. Sementara pencapaian rasio marjin bunga net income margin atau NIM sebesar 4,5%, juga meningkat dari 4,2% di periode yang sama tahun lalu.

“Kami terus mengupayakan disiplin dalam manajemen biaya operasional sehingga rasio cost to income ratio (CIR) terjaga sebesar 58,7%.

Ridha menambahkan, laba operasional sebelum pencadangan tetap tumbuh 24,2%, mengendalikan kualitas aset dengan dukungan posisi likuiditas dan permodalan yang kuat.

Dalam menghadapi dampak COVID-19, katanya, Permata Bank mengalokasikan biaya pencadangan penurunan kualitas aset sebesar Rp1,1 triliun. Di samping itu, restrukturisasi yang telah diberikan sampai akhir bulan Juni 2020, kurang lebih 15% dari portofolio kredit.

Pada periode ini, likuiditas perseroan dilihat dari loan-to-deposit Ratio (LDR) sebesar 80,7%, rasio CASA sebesar 52,1%, dan capital adequacy ratio (CAR) 21,3%.

NPL Naik

Namun, non-performing loan (NPL) secara gross tercatat meningkat ke level 3,7% dibandingkan dengan Juni 2019 yang sebesar 3,6%, sedangkan NPL net masih terjaga pada level 1,8% dibandingkan posisi Juni 2019 sebesar 1,3%.

Ridha mengungkapkan, tahun ini pihaknya tetap memberikan penyaluran kredit difokuskan pada nasabah yang sehat, ditambah dukungan dari pemegang saham pengendali, yakni Bangkok Bank.

Masuknya Bangkok Bank sebagai pemegang saham pengendali yang baru, katanya, dapat memberikan dorongan kuat untuk mengembangkan potensi bisnis perseroan.

“Bangkok Bank juga memberikan kepercayaan terhadap kapabilitas kemampuan Best in Class Digital Banking yang dimiliki oleh Permata Bank sehingga tercipta sinergi bisnis yang semakin kuat,” tambahnya.

Dari sisi bisnis, wholesale banking dikembangkan pada segmen korporasi besar di sektor-sektor pilihan. Unit retail banking diungkapkan tengah fokus pada pertumbuhan jumlah nasabah, penyegaran dan pembaruan teknologi digital.

Tags:
bangkok bankPandemi Covid-19perbankanPermata Bank
Aprilia Ciptaning

Aprilia Ciptaning

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: