Berjalan 8 Bulan, Vaksinasi Tembus 100 Juta Dosis

01 September 2021 19:08 WIB

Penulis: Daniel Deha

Editor: Amirudin Zuhri

Karyawan Platform Fintech mengikuti vaksinasi gotong royong industri Fintech Pendanaan Bersama Indonesia di Gedung Smesco, Pancoran, Jakarta, Jum'at, 23 Juli 2021 (Ismail Pohan/TrenAsia)

JAKARTA -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan bahwa jumlah pemberian vaksinasi telah mencapai 100 juta dosis hingga akhir Agustus 2021. Pemberian awal vaksin dimulai sejak 13 Januari dengan Presiden Joko Widodo sebagai penerima pertama.

"Sesuai dengan peta jalan kita, tanggal 31 Agustus 2021, kita mencapai 100 juta dosis vaksin COVIS-19," ujar Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi dalam keterangan pers virtual, dikutip Rabu, 1 September 2021.

Dia menyebut bahwa pencapaian tersebut merupakan keberhasilan bersama semua pemangku kepentingan dalam upaya mempercepat vaksinasi massal nasional.

Total 100 juta dosis, lanjut dia, merupakan akumulasi dari pemberian vaksin tahap pertama, tahap kedua, dan dosis booster ketiga bagi tenaga kesehatan.

Pada vaksinasi tahap pertama, tercatat ada 63,49 juta dosis sedangkan pada tahap kedua menyasar sekitar 36,05 juta dosis. Sisanya merupakan vaksin untuk nakes.

"Untuk tenaga kesehatan dosis ketiga sudah mencapai 640.532 dan dosis pertama dan kedua sudah mencapai angka 100 persen," terang Siti.

Dia menguraikan bahwa jumlah pemberian vaksin untuk petugas publik sudah lebih dari 17 juta dosis. Kemudian untuk masyarakat umum sudah mencapai 31 juta dosis dan remaj sudah mencapai 2,6 juta.

Sementara itu, untuk Vaksinasi Gotong Royong yang digagas perusahaan sudah menyasar sekitar 810 ribu dosis pertama.

Siti berharap, pemberian vaksinasi untuk kelompok lanjut usia (lansia) dapat berjalan lancar karena sejauh ini baru diberikan 5,3 jtua dosis, atau 24,5% dari target 21,5 juta penerima untuk dosis pertama.

Secara keseluruhan, pemerintah menargetkan total penerima vaksin sebanyak 208 juta orang, naik dari target awal sebayak 181,5 juta. Tambahan tersebut termasuk memasukkan kelompok remaja di atas usia 12 tahun.

Vaksinasi massal dilaksanakan selama 15 bulan dalam tiga tahap yang dimulai sejak Januari 2021 sampai dengan tenggat waktu Maret 2022.

Dalam berbagai kesempatan, Presiden Joko Widodo terus mendorong Kemenkes dan elemen terkait untuk mempercepat vaksinasi, termasuk dengan menjemput bola kelompok masyarakat yang tidak memiliki akses ke fasilitas kesehatan.

Diharapkan, dengan mencapai target 208 juta penerima, Indonesia bisa menciptakan kekebalan kelompok untuk bisa menekan sekaligus mengusir virus COVID-19. *

Berita Terkait