Berisiko Tingkatkan Obesitas pada Anak-Anak, Spanyol akan Larang Iklan Cokelat dan Es Krim

29 Oktober 2021 21:03 WIB

Penulis: Justina Nur Landhiani

Editor: Amirudin Zuhri

Berisiko Tingkatkan Obesitas pada Anak-anak, Iklan Cokelat dan Es Krim Akan Dilarang di Spanyol (Foto: Freepik.com/Master1305)

JAKARTA - Anak-anak tampaknya menyukai makanan yang bercita rasa manis, seperti permen, cokelat bahkan es krim. Tak hanya itu, makanan tersebut tampaknya juga identik sebagai makanan anak-anak. 

Padahal, makanan seperti cokelat, es krim, dan permen memiliki kandungan gula yang tinggi. Hal ini akan menimbulkan peningkatan risiko diabetes dan obesitas terutama pada anak-anak.

Seperti yang dilansir dari laman Reuters, kini Spanyol melarang iklan makanan dan minuman yang tidak sehat, seperti cokelat, biskuit, dan es krim yang ditujukan kepada anak-anak untuk memerangi obesitas pada anak muda. Menurut Menteri Alberto Garzon, anak-anak sangat rentan terhadap iklan dan merupakan kewajiban pemerintah untuk melindungi mereka.

Peraturan yang akan berlaku yaitu dengan menerapkan pelarangan iklan untuk lima kategori produk kepada anak di bawah umur, terlepas dari kandungan nutrisinya. Daftar tersebut termasuk cokelat, permen, dan energy bar serta kue, biskuit manis, jus, es krim, dan minuman berenergi.

Produk makanan lain juga akan menghadapi peraturan ini jika melebihi batas tertentu untuk kandungan lemak jenuh, gula, dan garam. Menurut asosiasi konsumen, OCU, sembilan dari sepuluh iklan makanan yang ditargetkan untuk anak-anak adalah produk yang tidak sehat.

Oleh karena itu, peraturan yang kini masih memerlukan persetujuan kabinet ini akan memengaruhi iklan yang ditujukan kepada anak-anak di bawah usia 16 tahun, baik di televisi, radio, di bioskop, internet, bahkan jaringan media sosial dan aplikasi seluler.

Menurut Badan Gizi dan Keamanan Makanan Spanyol, 40,6% anak-anak Spanyol antara enam dan sembilan mengalami kelebihan berat badan dan 17,3% memenuhi syarat sebagai obesitas.

Federasi Industri Makanan dan Minuman Spanyol (FIAB) mengatakan bahwa mereka terkejut dan marah dengan langkah tersebut, karena sektor tersebut telah bekerja dengan kementerian selama setahun untuk memperbarui praktik etis dalam periklanan.

Berita Terkait