Beri Dividen Miliaran Rupiah, Pemprov DKI Alot Jual Saham Miras Bir Anker DLTA

18 Maret 2021 07:29 WIB

Penulis: Sukirno

Sejumlah minuman beralkohol atau miras tampak di salah satu cafe di kawasan Kemang, Jakarta, Selasa, 2 Maret 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

undefined

JAKARTA – Rencana penjualan saham produsen minuman keras (miras) bir Anker, PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) oleh Pemprov DKI Jakarta masih alot.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan pemprov tidak akan mengambil diskresi demi melepas saham pabrik bir Delta Djakarta dan tetap mengupayakan duduk bersama DPRD untuk pembahasan lebih lanjut.

“Kami tidak pernah membicarakan, semua keputusan yang menjadi kewenangan eksekutif dan legislatif selalu kami jalankan, diambil bersama eksekutif legislatif, kami tidak pernah mengambil diskresi-diskresi di luar yang tidak lazim,” kata Riza di Jakarta, dilansir Antara, Rabu, 17 Maret 2021.

Riza mengatakan bahwa Pemprov DKI Jakarta tetap akan memberikan kajian komprehensif terkait dengan penjualan saham produsen bir Anker tersebut sesuai dengan permintaan DPRD dan meyakini dewan merestui langkah yang diupayakan pemprov mengingat adanya “kedekatan” hubungan dengan para pimpinan DPRD.

“Terkait dengan saham bir masih kami diskusikan bersama, dari DPRD minta kajian, prinsipnya Pemprov DKI bersama DPRD eksekutif dan legislatif sejauh ini selama kepemimpinan Anies-Sandi,” katanya.

“Anies-Ariza sekarang kami punya hubungan yang sangat baik dengan Pak Pras, dengan Pak Taufik, dengan Pak Suhaimi, dengan Bu Zita, dengan Pak Misan dari Demokrat, semuanya baik dengan ketua fraksi dan ketua komisi semua baik selama ini,” imbuhnya.

Riza menerangkan bahwa sejauh ini Pemprov DKI masih dalam pengajuan penjualan saham bir itu dan pemprov masih menunggu persetujuan DPRD Provinsi DKI.

“Mudah-mudahan kami bisa duduk sama-sama. Kajian yang diminta DPRD kami akan penuhi, kami diskusikan. Ini ‘kan masalah janji Anies-Sandi ketika itu yang harus memenuhi,” katanya.

Dalam rangka memenuhi itu, pihaknya melakukan pengajuan penjualan saham kepada DPRD.

“Sepenuhnya kembali kepada teman-teman DPRD. Kami yakin teman-teman DPRD akan memberikan kajian dan keputusan yang baik bagi semuanya,” ucapnya.

Empat Kali Surati DPRD
Minuman beralkohol bir Anker milik PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) / Deltajkt.co.id

Pemprov DKI Jakarta sudah empat kali menyurati DPRD terkait dengan penjualan saham bir di PT Delta Djakarta. Surat terakhir dikirimkan pada tanggal 4 Maret 2021. Namun, hingga kini Plt. BP BUMD Riyadi belum menerima respons maupun balasan dari DPRD Provinsi DKI.

Di sisi lain, Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menegaskan bahwa merestui penjualan saham ini bukan hal mudah, mengingat DLTA adalah salah satu penyumbang dividen terbesar bagi Ibu Kota.

Politikus PDIP ini menilai penjualan saham tidak bisa sembarang, apalagi secara menggebu-gebu. Ia meminta Pemprov DKI melakukan kajian komprehensif terkait hal ini.

Pemprov DKI Jakarta masih menggenggam 26,25% saham di perusahaan tersebut. Posisi kepemilikan saham lainnya diisi oleh San Miguel Malaysia 58,33% dan sisanya milik masyarakat.

Tahun lalu, produsen minuman beralkohol Anker Bir ini membagikan dividen dengan nilai total sebesar Rp312,26 miliar atau setara Rp390 per saham yang berasal dari laba bersih tahun buku 2019.

Dividen tersebut terbagi dalam dua bagian. Pertama, dividen tunai reguler sebesar Rp30 per saham, yang memiliki total Rp24,02 miliar. Kedua, dividen tunai khusus senilai Rp360 per saham atau setara total Rp288,24 miliar.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ikut kecipratan berkah. Total dividen yang masuk ke kantong Pemprov DKI untuk tahun buku 2019 mencapai Rp81,9 miliar. (SKO)

Berita Terkait