Bergerak Liar Usai Diborong Anthoni Salim, Market Cap Saham DCII Nyaris Tembus Rp100 Triliun

11 Juni 2021 06:02 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Manajemen PT DCI Indonesia Tbk (DCII) saat seremonial pencatatan perdana saham (IPO) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) / Dok. Perseroan

JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mencermati pergerakan saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII). BEI menilai, harga saham perseroan telah melonjak di luar kebiasaan alias unusual market activity (UMA).

“Dengan ini kami menginformasikan bahwa telah terjadi peningkatan harga saham DCII yang di luar kebiasaan (unusual market activity),” tulis Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Lidia M. Panjaitan dan P.H. Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI, Mulyana, dikutip Kamis, 10 Juni 2021.

Kenaikan harga saham DCII yang signifikan telah terjadi sejak akhir Mei hingga memasuki periode Juni 2021. Penyebabnya adalah aksi borong saham emiten pengelola data center yang dilakukan konglomerat sekaligus Bos Grup Indofood, Anthoni Salim pada 31 Maret 2021.

Pada saat itu, saham DCII melesat 19,83% menuju level harga Rp13.750 per lembar. Hal itu berlanjut mengawali perdagangan awal Juni dengan peningkatan harga saham DCII mencapai 20% ke level harga Rp16.500 per lembar pada 2 Juni 2021.

Kondisi pelesatan harga saham hingga menyentuh auto reject atas (ARA) itu terjadi kembali selama empat hari perdagangan, mulai dari 3 hingga 8 Juni 2021 dengan persentase kenaikan mencapai 79,95% dan ditutup pada level harga Rp34.200 per lembar.

Barulah pada tanggal 9 Juni 2021, peningkatan harga saham DCII tidak terlalu tajam seperti biasanya, yakni sekitar 5,85% menunu level harga Rp36.200 per lembar. Selepas itu, harga saham DCII kembali melejit 13,26% atau sebesar 4.800 poin ke level Rp41.000 pada akhir perdagangan Kamis, 10 Juni 2021.

Jika diakumulasikan dalam sebulan perdagangan terakhir, saham DCII telah meroket hingga 244,54%. Saat ini, kapitalisasi pasar perseroan sudah mencapai Rp97,73 triliun. Artinya, tinggal selangkah lagi bagi perseroan menjadi emiten big caps dengan kapitalisasi pasar minimal Rp100 triliun.

Diberitakan sebelumnya, Anthoni Salim telah membeli 192,74 juta lembar saham DCII di harga Rp5.277 dengan nilai transaksi mencapai Rp1,01 triliun. Melalui aksi tersebut, Anthoni Salim berhasil menambah porsi kepemilikan sahamnya di DCII dari 3,03%, menjadi 11,12%. (SKO)

Berita Terkait