Bentoel (RMBA) Go Private, British American Tobacco Masuki Fase Tender Offer

02 November 2021 21:08 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Amirudin Zuhri

Dunhill merupakan salah satu produk BAT dan Bentoel. Foto: foap

JAKARTA – Emiten rokok PT Bentoel Internasional Investama Tbk (RMBA) segera melakukan penghapusan pencatatan atau delisting dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam rangka go private, saat ini perseroan tengah memasuki masa penawaran sukarela alias tender offer.

Menukil prospektus yang dirilis melalui media cetak, British American Tobacco yang merupakan pengendali RMBA mengumumkan penawaran sukarela sebanyak-banyaknya 2.738.398.448 saham yang mewakili 7,52% dari jumlah seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam RMBA.

Perusahaan rokok global tersebut memberikan penawaran tender sebesar Rp1.000 untuk setiap saham RMBA dengan nilai total agregat maksimum transaksi sebesar Rp2,74 triliun.

“Sehubungan dengan hal ini, British American Tobacco memiliki dana yang memadai untuk menyelesaikan dengan tuntas penawaran tender,” tulis manajemen, dikutip Selasa, 2 November 2021.

Periode penawaran tender akan berlangsung pada 1 – 30 November 2021. Sedangkan, pembayaran tender dijadwalkan pada 9 Desember 2021. Pada tanggal pernyataan penawaran tender ini, RMBA turut mengkonsolidasi entitas-entitas anaknya, seperti PT Bentoel Prima dan PT Bentoel Distribusi Utama

Pemegang saham publik RMBA saat ini memang terbilang kecil, yakni sekitar 7,52% dari modal ditempatkan perseroan, yang mana jumlah 2.377 pemegang saham publik. Saham-saham tersebut tidak secara aktif diperdagangkan dan cenderung tidak likuid.

“Atas hal tersebut, RMBA berencana untuk melakukan perubahan status dari perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup, termasuk penghapusan pencatatan (delisting) dari BEI,” tambahnya.

Sebelumnya, Bentoel telah mengadakan RUPSLB pada Selasa, 28 September 2021 lalu dengan mata acara pertama mengenai persetujuan rencana perusahaan untuk menjadi perusahaan tertutup atau go private. Sebanyak 97,07% pemegang saham menyetujui mata acara pertama ini.

Pemegang saham pun selanjutnya memutuskan empat hal untuk mata acara pertama ini. Pertama, adalah penunjukan kantor jasa penilai untuk menilai rencana go private tersebut. Kedua, menyetujui penghapusan pencatatan saham Bentoel dari BEI.

“Ketiga, menyetujui perubahan atas status Perseroan dari perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup,” tulis Direksi Bentoel dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat, 1 Oktober 2021.

Keempat, pemegang saham memberikan kewenangan kepada Direksi Bentoel untuk melakukan seluruh tindakan yang diperlukan untuk melaksanakan rencana go private.

Selanjutnya, mata acara kedua RUPSLB adalah menyetujui perubahan anggaran dasar terkait dengan perubahan status Bentoel dari perusahaan terbuka menjadi tertutup. 92,68% pemegang saham setuju dan 7,3% abstain untuk mata acara ini.

Terakhir, Bentoel juga menerima pengunduran diri Steven Gerald Pore sebagai Presiden Direktur serta mengangkat Faisal Saif sebagai penggantinya. Faisal Saif akan mulai mulai 29 Oktober 2021 sampai dengan ditutupnya RUPST Bentoel pada 2024.

Berita Terkait