Belum Pernah Terjadi Sebelumnya, Permintaan Bunker di Amerika Meningkat Tajam

Washington-Pasar hunian bawah tanah atau bunker di Amerika Serikat sedang mengalami periode pertumbuhan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Virus corona baru yang disebut sebagai COVID-19 menjadi pendorong peningkatan tajam tersebut.

Clyde Scott, pendiri Rising S Company yang berbasis di Texas, mengatakan sejumlah pesanan signifikan telah mereka terima untuk membangun tempat tersebut.

Selain itu juga semakin banyak orang juga mengajukan pertanyaan tentang produknya. Scott menggambarkan lonjakan minat pada bunker dan jenis tempat perlindungan bawah tanah lainnya sebagai hal yang “belum pernah terjadi sebelumnya”.

Sebagaimana dilaporkan Wall Street Journal, Rising S menawarkan berbagai pilihan. Yang termurah, bunker baja satu kamar dengan satu ranjang susun, meja dapur, toilet dan kompor harganya mencapai US$39.000 atau sekitar Rp631 juta. Sedangkan versi mewah akan menghabiskan lebih dari US$8,3 juta atau sekitar Rp134 miliar. Harga ini sebanding dengan fasilitas yang dimiliki seperti pusat kebugaran, sauna, kolam renang, arena bowling, arena tembak, dan garasi.

Clyde Scott, yang telah membangun tempat perlindungan bom nuklir untuk Kanye West dan Kim Kardashian, sebelumnya melihat penjualan melonjak karena alasan politik. Dalam sebuah wawancara tahun 2018, dia menceritakan bahwa pesanan meroket lima sampai tujuh kali lipat setelah Donald Trump terpilih sebagai Presiden Amerika.  Sekarang ini adalah adalah pertama kalinya bisnisnya didorong oleh krisis kesehatan.

Scott percaya bahwa bunker dapat berfungsi sebagai perlindungan efektif terhadap virus corona karena Anda tidak melakukan kontak dengan siapa pun di dalamnya. Namun, ia mengingatkan, seseorang tidak boleh mengabaikan rekomendasi kesehatan seperti menjaga jarak, sering mencuci tangan, dan tidak menyentuh wajah.

Sedangkan Ron Hubbard, pemilik Atlas Survival Shelter Texas, juga mengatakan bahwa jumlah pesanan telah meningkat di tengah pandemi.

Hubbard, yang perusahaan bunkernya merupakan salah satu yang terbesar di negara itu, percaya bahwa virus telah mendorong orang mengambil keputusan  bahwa mereka membutuhkan tempat berlindung.

David Davis, Direktur Pemasaran di US Safe Room yang berbasis di North Carolina, percaya bahwa orang Amerika semakin menyadari perlunya tindakan pencegahan yang diperlukan untuk setiap keluarga entah menghadapi bencana alam, nuklir atau ancaman biologis, adalah “.

Amerika Serikat adalah negara ketiga di dunia yang paling terpengaruh COVID-19 setelah China dan Italia. Hingga Kamis 28 Maret 2020 negara ini melaporkan lebih dari 69.000 kasus dengan 1.050 kematian.

Sejumlah negara bagian termasuk California, New York, New Jersey dan Illinois, mulai menerapkan langkah-langkah drastis seperti perintah tinggal di rumah untuk memperlambat penyebaran virus, namun Presiden Donald Trump berecana membuka kembali negara itu untuk bisnis saat Paskah.

Tags:
bunkerRumah MewahVirus Corona
%d blogger menyukai ini: