Belum Lama IPO, Bundamedik Catat Kenaikan Pendapatan hingga 62,6 Persen

08 November 2021 17:39 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Vega Aulia

Pengelola Bunda Medik Healthcare System (BHMS) atau Rumah Sakit Bunda, PT Bundamedik, segera IPO. / Dok. Perseroan

JAKARTA – Pengelola rumah sakit PT Bundamedik Tbk (BMHS) mengantongi pendapatan sebesar Rp1,32 triliun per kuartal III-2021.

Berdasarkan laporan keuangan Bundamedik di Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan tersebut naik hingga 62,6% year-on-year (yoy) dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yakni Rp813 miliar.

Rawat inap menyumbang kontribusi terbesar, yakni sebesar Rp586 miliar. Disusul oleh pendapatan rawat jalan Rp386,5 miliar, dan sisanya dari pendapatan fertilisasi in vitro yang meliputi klinik, farmasi, laboraturium, serta hotel dengan total Rp374,6 miliar.

Sementara itu, beban pokok pendapatan tercatat naik menjadi Rp674 miliar, dibandingkan dengan Rp470,9 miliar per kuartal III-2020.

Emiten yang baru melangsungkan Initial Public Offering (IPO) pada Juli 2021 ini juga berhasil mencatat kenaikan laba hingga 189,6% yoy. Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat meroket menjadi Rp192 miliar, dari sebelumnya hanya Rp66,3 miliar per kuartal III-2020.

Untuk total liabilitas, ada penurunan 22,4% year-to-date (ytd) menjadi Rp862 miliar, dari sebelumnya Rp1,11 triliun per akhir 2020. Sebaliknya, total ekuitas naik hingga 59,1% ytd menjadi Rp1,67 triliun, dari Rp1,05 triliun per akhir 2020.

Adapun kas dan setara kas tercatat Rp680 miliar per September 2021 atau naik 156,3% dari Rp265,3 miliar per September 2020. Begitu pula dengan total aset yang naik 17% ytd. Per September 2021, Bundamedik memiliki total aset sebesar Rp2,53 triliun, lebih tinggi dari per Desember 2020 yang sebesar Rp2,16 triliun.

Berita Terkait