Belanja Daring Semakin Diminati, DBS Bank Luncurkan Kartu Kredit Digital Anyar

16 September 2021 13:05 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Editor: Rizky C. Septania

Digibank by DBS/ dbs.id

JAKARTA – PT DBS Bank Indonesia mencari peluang ekspansi bisnis baru melalui kartu kredit. Dengan mengandalkan kecepatan, DBS meluncurkan kartu kredit digital yang terafiliasi dengan layanan aplikasi Digibank.

DBS Bank mengedepankan kecepatan sebagai aspek utama yang dikembangkan dalam kartu kredit digital ini. Direktur Consumer Banking Rudy Tandjung menjamin proses approval kartu kredit digital ini hanya memakan waktu 60 detik.

“Kita adress kecepatan approvalnya dengan melihat transaksi digital yang tinggi. Kartu kredit ini bisa langsung digunakan untuk bertransaksi secara daring,” jelas Rudy dalam peluncuran kartu kredit digital, Kamis, 16 September 2021.

Usai mendapat approval, nasabah bisa langsung bertransaksi melalui berbagai pilihan e-commerce yang sudah digandeng perseroan. Adapun kartu kredit fisik akan dikirimkan langsung ke alamat nasabah.

Kuat dalam aspek digital, Rudy menyebut sederet fitur yang tersedia di layanan kartu kredit ini telah memenuhi kebutuhan nasabah, terutama kalangan milenial. Dalam mengantisipasi belanja impulsif misalnya, nasabah bisa mengatur limit penggunaan kartu kredit digital secara real time melalui aplikasi Digibank.

“Kita set dan fokuskan di milenial, tapi sebenarnya cocok di semua segmen kalangan usia. Kualitas, kontrol, kecepatan, itu kebutuhan yang bisa kami penuhi di kartu kredit ini,” papar Rudy.

Sementara itu, Head of Card Business Bank DBS Indonesia Ari Lastina membeberkan transaksi fisik juga tidak luput dari perhatian perseroan. Dirinya mengatakan bakal terus melakukan ekspansi merchant agar volume transaksi kartu kredit ini kian bertumbuh.

“Untuk memberikan keleluasaan, kami memberikan kemudahan transaksi baik melalui merchant hingga e-commerce,” ujar Ari dalam kesempatan yang sama.

Bank Indonesia (BI) mencatat nilai transaksi kartu kredit pada Juli 2021 menyentuh Rp17,12 triliun dari 20,8 juta transaksi. Nilai transaksi ini merosot 13,6% dibandingkan bulan sebelumnya.

Kendati sempat ada restriksi mobilitas, Ari optimistis kartu kredit digital Digibank ini bisa tetap tumbuh, baik dari segi volume mau pun nilai transaksi. Hal ini didorong oleh semakin tingginya minat belanja daring via e-commerce masyarakat Indonesia yang terus meningkat.

Melejitnya pamor perdagangan daring tak lepas dari peran pandemi COVID-19 yang memaksa masyarakat beralih dari sistem konvensional menjadi digital. Dari sederet sektor yang bertransformasi, e-commerce menjadi penunggang utama perkembangan ekonomi digital di Indonesia.

Walaupun memang, sektor e-commerce sudah melaju kencang sejak beberapa tahun terakhir sebelum pandemi. Menurut riset Google, Temasek, dan Brain bertajuk e-Conomy SEA 2020, Gross Merchandise Value (GMV) dari e-commerce mampu tumbuh 1.135,3% dari US$1,7 miliar pada 2015 menjadi US$21 miliar pada 2019.

Tren pertumbuhan pesat sektor  e-commerce  itu diprediksi bakal menembus US$82 miliar pada 2025.

Berita Terkait