Belajar dari World Superbike, Jokowi Tak Ingin Isu Negatif Terjadi di MotoGP 2022

14 Januari 2022 15:00 WIB

Penulis: Daniel Deha

Editor: Rizky C. Septania

Event balap motor internasional MotoGP bakal digelar di Sirkuit Mandalika pada 18-20 Maret 2022. (Dok. Pertamina)

JAKARTA - Menjelang perhelatan MotoGP 2022, Presiden Joko Widodo memerintahkan jajarannya untuk memastikan pelaksanaan ajang balap paling bergengsi di dunia tersebut dapat terlaksana dengan baik. Dia tidak ingin isu negatif yang terjadi pada event World Superbike pada November lalu kembali menerpa MotoGP.

“Jangan sampai isu kecil-kecil seperti kemarin di (World) Superbike, ada kesalahan dalam membongkar logistik tanpa seizin tim sehingga menjadi suaranya menjadi ke arah yang negatif,” katanya dalam Rapat Terbatas Evaluasi Persiapan Pelaksanaan MotoGP Mandalika 2022, di Hotel Kuta Mandalika, Nusa Tenggara Barat, Kamis, 13 Januari 2022.

Kepala Negara menandaskan bahwa event Grand Prix (GP) Indonesia di Pertamina Mandalika Street Circuit akan berlangsung pada 18-20 Maret mendatang. Sebelum itu, pada 11-13 Februari nanti, akan ada tes resmi (pre-season) MotoGP di Sirkuit Mandalika.

“Saya ingin memastikan bahwa persiapan pelaksanaan MotoGP 2022 ini, di Mandalika, Nusa Tenggara Barat ini betul-betul harus terlaksana dengan baik,” tandasnya.

Lima Persiapan

Ada lima hal yang ditegaskan Jokowi dalam ratas dengan para menterinya di Mandalika. Kelima hal tersebut sangat penting untuk diperhatikan karena menyangkut substansi dari pagelaran MotoGP pertama di Indonesia.

Pertama adalah kesiapan Bandar Udara (Bandara) Internasional Lombok sebagai pintu masuk bagi para pembalap, ofisial, dan juga penonton MotoGP.

Dia ingin memastikan betul bahwa penerimaan tamu di Bandara tidak ruwet, semuanya bisa serba cepat, namun tetap memperhatikan protokol COVID-19.

Terkait hal tersebut, dia meminta jajaran terkait untuk memperhitungkan slot penerbangan serta memastikan kelancaran kedatangan logistik para peserta balapan dan juga kedatangan penumpang.

“Kelancaran selama di bandara, mulai dari imigrasi, mulai dari protokol kesehatan, mulai dari bea cukai, saya minta betul-betul semuanya dilakukan secara profesional dengan kecepatan yang cepat,” tambahnya.

Selanjutnya, dia meminta agar moda transportasi dari bandara maupun dari Kupang menuju ke Mandalika betul-betul disiapkan sesuai kebutuhan yang ada untuk mengantisipasi adanya lonjakan penonton yang datang dari luar maupun dalam negeri.

“Ini kita mengelola 63 ribu (orang) bukan barang mudah, ini belum yang di luar, itu yang juga mungkin dari masyarakat sekitarnya ingin datang. Ini sekali lagi ini MotoGP penggemarnya banyak, di Indonesia penggemarnya sangat banyak," tukasnya.

Kedua, Jokowi meminta agar berbagai penataan lanskap mulai dari penataan dan pelebaran jalan, penghijauan kawasan, hingga penataan pemukiman segera diselesaikan.

“Dimulai dengan pelebaran jalan Kuta-Keruak, kemudian juga penataan pemukiman yang tadi juga saya lihat homestay maupun warung penjualan suvenir, warung yang berjualan makanan, semuanya agar bisa di-upgrade sehingga wajah Mandalika ini betul-betul berubah pada saat MotoGP," ujarnya.

Hal ketiga yang disoroti adalah terkait persiapan Sirkuit Mandalika sendiri. Jokowi memerintahkan agar pembenahan fasilitas dan infrastruktur di dalam sirkuit dipercepat, mulai dari pembangunan royal box, paddock, hingga pitbull bagi pembalap dan ofisial.

“Yang kemarin masih kelihatan agak bermasalah, meskipun ini sudah dikerjakan juga, sistem drainase yang menampung kalau ada curah hujan yang tinggi. Ini juga hati-hati. Jangan nanti ada alasan karena curah hujannya ekstrem, berarti enggak siap sistem drainase kita," pungkasnya.

Keempat, Jokowi juga meminta jajarannya untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana pendukung sirkuit lainnya, mulai dari tribun penonton, pengaspalan kembali jika diperlukan, hingga pasokan listrik.

"Saya juga ingin mendapatkan laporan mengenai pembayaran fee untuk MotoGP. Karena juga sudah diputuskan di rapat sebelumnya," ungkapnya.

Terakhir, Jokowi mengingatkan agar fasilitas penunjang gelaran internasional ini, seperti penginapan baik hotel maupun homestay, rumah makan atau restoran, hingga suvenir benar-benar siap.

“Ini betul-betul tolong disiapkan dan dihitung. Fasilitas penjualan suvenir, UMKM, ini yang melibatkan perajin-perajin yang ada di NTB dan provinsi yang lain, termasuk promosi destinasi wisata mana yang bisa dikunjungi setelah atau sebelum MotoGP," ucapnya.

Berita Terkait