BEI Siapkan 5 Cara Agar Unicorn dari GoTo hingga Bukalapak Bisa IPO di Papan Utama

15 Juni 2021 02:34 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Kolaborasi dua perusahaan Gojek dan Tokopedia menjadi GoTo Group / Dok. Gojek

undefined

JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku tengah merancang aturan bagi calon perusahaan tercatat, termasuk unicorn yang ingin mencatatkan sahamnya di papan utama.

Hal ini sebagai langkah agar perusahaan-perusahaan teknologi bervaluasi besar seperti GoTo hingga Bukalapak dapat mencatatkan sahamnya di papan utama.

Seperti diketahui, entitas usaha berbasis teknologi sekelas unicorn maupun decacorn biasanya akan fokus dalam pengembangan bisnis dan cenderung merugi.

Di sisi lain, BEI memiliki beberapa syarat bagi calon emiten yang ingin tercatat di papan utama, di antaranya telah menghasilkan laba dalam jangka waktu tertentu.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna menyampaikan bahwa dalam rancangan Peraturan Bursa I-A yang sedang dalam proses revisi, BEI melakukan penyesuaian pengaturan untuk calon perusahaan tercatat.

Ia bilang, calon emiten dapat menggunakan lima alternatif persyaratan yang telah disiapkan oleh BEI, antara lain dengan aset berwujud bersih (net tangible asset/NTA) dan laba usaha.

“Saat ini, Bursa mempersyaratkan antara lain nilai minimum NTA sebesar Rp100 miliar sebagai persyaratan pencatatan di Papan Utama,” ujarnya melalui pesan singkat kepada awak media, Senin 14 Juni 2021.

Selain NTA dan laba usaha, empat alternatif lain yakni agregat laba sebelum pajak 2 tahun terakhir dan nilai kapitalisasi pasar. Lalu, pendapatan dan nilai kapitalisasi pasar. Kemudian, total aset dan nilai kapitalisasi pasar. Terakhir, operating cashflow kumulatif 2 tahun terakhir dan nilai kapitalisasi pasar.

Menurutnya, alternatif-alternatif persyaratan tersebut telah disesuaikan dengan best practice pada penerapan di Bursa lain secara global. Dengan begitu, ia berharap dapat membuka kesempatan yang lebih lebar bagi perusahaan-perusahaan yang ingin melantai di BEI.

“Harapan kami tentunya dapat membuka kesempatan yang lebih lebar bagi perusahaan-perusahaan Indonesia untuk dapat tercatat di BEI dengan tetap mempertahankan kualitas perusahaan yang eligible untuk tercatat di Papan Utama,” imbuhnya. (SKO)

Berita Terkait