BEI Kocok Ulang Daftar Indeks Saham LQ45, ARTO dan BRIS Berpotensi Masuk?

15 Juli 2021 06:04 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Mitra Driver Gojek menunggu customer di dekat logo Bank Jago di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Selasa, 16 Februari 2021. Foto: Panji Asmoro/TrenAsia

JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan kembali melakukan evaluasi atas kinerja konstituen Indeks LQ45 yang dilakukan tiap 6 bulan sekali. Terhitung mulai Juli 2021, Bursa bakal mengocok ulang daftar emiten LQ45 untuk periode 1 semester ke depan.

Indeks LQ45 berisi 45 emiten dengan kapitalisasi jumbo, prospek usaha yang mumpuni dan tingkat likuiditas terbaik. Sehingga, tak salah jika setiap emiten di Bursa mengidamkan menjadi bagian dari indeks satu ini.

Di samping itu, banyak keuntungan yang bisa diraih ketika menjadi konstituen indeks LQ45. Sudah menjadi lazim jika sejumlah investor akan memberikan perhatian lebih pada saham-saham yang tergabung dalam LQ45.

Hal ini tentu memungkinkan terjadinya akumulasi pembelian yang lebih besar atas saham-saham LQ45 dibandingkan dengan saham di indeks lainnya. Di tambah, kinerja saham emiten konstituen LQ45 juga memiliki potensi lonjakan yang lebih besar.

Pasalnya, indeks LQ45 banyak dijadikan acuan untuk produk reksa dana karena dinilai lebih aman dan menguntungkan. Tak ayal jika para manajer investasi kerap memborong saham-saham yang tergabung dalam indeks tersebut.

Di sisi lain, terdapat beberapa syarat ketat yang mesti dipenuhi oleh para emiten yang ingin bergabung dengan salah satu indeks paling populer di Indonesia ini. Antara lain mencatat kondisi keuangan yang baik, memiliki prospek pertumbuhan usaha yang cerah, dan nilai transaksi saham yang tinggi.

Selain itu, emiten yang ingin terdaftar sebagai konstituen LQ45 juga harus tercatat di BEI selama 3 bulan dan juga memiliki kapitalisasi pasar tertinggi pada periode 2 bulan terakhir. Kemudian, setidaknya harus masuk ke dalam 60 saham dengan nilai transaksi tertinggi di pasar reguler selama 1 tahun terakhir.

Dengan persyaratan tersebut, tampaknya PT Bank Jago Tbk (ARTO) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) memiliki peluang besar menjadi anggota baru indeks LQ45. Bagaimana tidak, dua emiten ini mengalami lonjakan harga dan nilai transaksi yang sangat besar dalam beberapa waktu terakhir.

Selain telah tercatat lebih dari 3 bulan di BEI, ARTO dan BRIS memiliki prospek yang terbilang sangat cerah. Hal ini diraih setelah BRIS melaksanakan merger dan berpotensi bakal menjadi bank syariah terbesar. Sedangkan, ARTO yang memiliki modal jumbo diproyeksikan akan segera membukukan laba.

Dari sisi kapitalisasi pasar dan nilai transaksi, rasanya kedua emiten ini telah memenuhi syarat. Per Rabu, 14 Juli 2021, market cap ARTO mencapai Rp201,61 triliun. Sementara BRIS sebesar Rp96,65 triliun. Keduanya turut tercatat sebagai 50 emiten dengan nilai transaksi terbesar pada kuartal I-2021.

Kendati demikian, belum dapat dipastikan apakah keduanya akan menjadi anggota baru indeks LQ45. Kepastian daftar konstituen terbaru akan disampaikan oleh pihak BEI pada periode bulan ini. (SKO)

Berita Terkait