BEI Buka Gembok Perdagangan Saham Bank Neo Commerce (BBYB)

26 Agustus 2021 12:04 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Editor: Amirudin Zuhri

Awak media melakukan peliputan dengan latar belakang layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jum’at, 25 September 2020. Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit dan ditutup menguat 103,03 poin atau 2,13 persen ke posisi 4.945,79 pada hari ini, setelah empat hari beruntun parkir di zona merah. Penguatan indeks hari ini ditopang kenaikan saham-saham berkapitalisasi jumbo alias big caps. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali membuka perdagangan saham PT Bank Neo Commerce Tbk pada Kamis, 26 Agustus 2021. Transaksi perdagangan saham emiten bersandi BBYB itu bisa kembali dilakukan investor di pasar reguler dan pasar tunai.

“Suspensi atas perdagangan saham BBYB di pasar reguler dan pasar tunai dibuka kembali mulai perdagangan sesi I 26 Agustus 2021,” ucap BEI dalam pengumuman bernomor Peng-UPT-00125/BEI.WAS/08-2021.

Perdagangan saham BBYB sempat digembok pada Rabu, 15 Agustus 2021. Hal itu dilakukan BEI dalam rangka cooling down atas lonjakan harga saham BBYB dalam beberapa waktu terakhir.

Usai dibuka, saham BBYB pada pukul 10.17 mengalami penguatan 0,5% ke level Rp1.835 per lembar. Adapun kapitalisasi pasar saham BBYB berada di angka Rp12,1 triliun.

BBYB bakal memiliki Pemegang Saham Pengendali (PSP) pada Oktober 2021. PT Akulaku Silvrr Indonesia (Akulaku) akhirnya mengantongi restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengambil alih dan menjadi PSP di BBYB.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Kamis 30 Juli 2021, keputusan tersebut berdasarkan surat izin OJK  dalam Surat Nomor SR-16/PB.1/2021 yang keluar pada 26 Juli 2021.

Sebagai informasi, pengambilalihan BBYP bermula dari  kepemilikan Akulaku yang saat ini merupakan pemegang saham terbesar yakni 24,98%. Adapun jumlah saham yang dimiliki Akulaku sebanyak 1.872.177.646 saham.

Di saat yang bersamaan, Bank Neo Commerce juga ditinggal salah satu pemegang saham terbesarnya, PT Asuransi sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero) atau ASABRI. Komposisi kepemilikan ASABRI atas BBYB kini hanya tersisa 0,53%. Hal ini terungkap dalam keterangan BBYB di Bursa Efek Indonesia. Per 19 Agustus 2021.

ASABRI melepas 19,14 juta lembar saham BBYB. Bila mengacu pada harga saham BBYB pada perdagangan sesi dua Senin, 23 Agustus 2021 sebesar, ASABRI meraup dana setidaknya Rp30,63 miliar dari satu transaksi tersebut.

Padahal, ASABRI sempat menggenggam 18,62% saham BBYB pada awal tahun ini. Kendati demikian, transaksi penjualan terus dilakukan ASABRI di tengah upaya BBYB bertransformasi menjadi bank digital.

Berita Terkait