Beda dengan Kemenkes, Sandiaga Uno Minta Vaksinisasi Diprioritaskan untuk Warga Bali Dulu

January 03, 2021, 04:32 PM UTC

Penulis: Fajar Yusuf Rasdianto

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno usai serah terima jabatan di kantor Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, di Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Rabu, 23 Desember 2020. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno meminta pemerintah untuk memprioritaskan program vaksinisasi COVID-19 di destinisi wisata. Terutama Bali dan lima destinasi superprioritas. Tujuannya semata-mata agar sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) yang sempat terpukul di 2020 bisa segera bangkit tahun ini.

Menurut Sandiaga, sektor pariwisata bisa bangkit jika pemerintah mau memberikan vaksinisasi kepada 70% warga di daerah destinasi wisata. Utamanya, Bali. Dengan demikian, Bali bisa aman dari COVID-19 sehingga aktivitas pelesiran di pulau ini dapat kembali hidup seperti sedia kala.

“Ini bisa jadi daerah yang seperti New Zealand (Selandia Baru), sudah bisa dikunci, jadi mereka yang masuk ke Bali itu benar-benar harus dites,” kata Sandiaga dalam diskusi daring Minggu, 3 Desember 2020.

Pada pertengahan Januari ini, Sandiaga bakal berkunjung ke Bali untuk mengkonsolidasikan persoalan tersebut. Dia menginginkan agar 2021 menjadi momentum kebangkitan sektor pariwisata seiring telah hadirnya vaksin COVID-19 di Indonesia.

Targetnya, sebanyak 4-7 juta wisatawan mancanegara bisa kembali mengunjungi Bali pada 2021. Namun, jumlah ini masih tergantung bagaimana kondisi kesehatan dan perkembangan COVID-19 di Indonesia.

“Oleh karena itu saya selalu kedepankan bahwa keselamatan dan ksesehatan bangsa, dan kesehatan masyarakat kita harus menjadi prioritas,” ungkap Sandiaga.

Rencana Pemerintah

Secara terpisah, Juru Bicara Vaksin COVID-19 Kemenkes Siti Nadia Tramidzi menyebut, program vaksinisasi bakal segera pada pekan ketiga Januari 2021. Periode pelaksanaannya bakal memakan waktu hingga 15 bulan, mulai dari Januari 2021-Maret 2022 dan terbagi dalam dua tahap.

Prioritas utama periode pertama penyuntikan vaksin (Januari-April 20201) adalah 1,3 juta tenaga kesehatan dan 17,4 juta petugas pelayanan publik. Hal ini jelas bertolak belakang dengan harapan Sandiaga yang meminta agar masyarakat di destinasi wisata menjadi prioritas penyuntikan vaksin.

“Kemudian periode kedua yang akan berlangsung selama 11 bulan dari April 2021 hingga Maret 2022 yang akan menjangkau jumlah masyarakat sisa dari periode pertama,” terang Nadia dalam konferensi pers virtual, Minggu, 3 Januari 2020.

Secara total, pemerintah bakal memvaksinisasi sekira 181,5 juta orang dari total populasi Indonesia. Jumlah itu telah memperhitungkan persentase penduduk Indonesia yang lebih dari 200 juta orang sehingga dapat mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity.

Namun demikian, Nadia mengingatkan, selama proses vaksinisasi berlangsung, masyarakat tetap perlu menjaga protokol kesehatan. Sebab hanya dengan cara itu, Indonesia dapat meredam penuluran COVID-19 yang kini semakin mengkhawatirkan.

“Kita tetap harus senantiasa menerapkan protokol kesehatan, termasuk untuk melindungi tenaga kesehatan dan petugas pelayanan publik yang memiliki terpapar covid lebih tinggi,” kata Nadia.

Berita Terkait