Beban Membengkak, Laba Bersih Kimia Farma (KAEF) Kuartal I-2022 Anjlok 66 Persen

10 Juni 2022 15:30 WIB

Penulis: Merina

Editor: Laila Ramdhini

Suasana salah satu gerai apotek Kimia Farma, Kamis 19 Agustus 2021. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA - Emiten farmasi PT Kimia Farma Tbk (KAEF) memperoleh laba bersih sebesar Rp5,7 miliar pada kuartal I-2022. Laba badan usaha milik negara (BUMN) ini anjlok 66,64% dari periode yang sama tahun 2021 senilai Rp17,29 miliar.

Penurunan laba bersih Kimia Farma turut mempengaruhi menipisnya laba per saham KAEF menjadi Rp0,47 per lembar, lebih rendah dibandingkan kuartal I-2022 senilai Rp2,73 per lembar.

Anjloknya laba bersih KAEF disertai dengan menurunnya penjualan sebesar1,7% menjadi Rp2,26 triliun pada kuartal I-2022, dari Rp2,3 triliun pada periode sama tahun lalu. Seluruh segmen usaha Kimia Farma mengalami penurunan seperti segmen luar negeri ambles 42,9% ke angka  Rp18,74 miliar dan segmen penjualan lokal yang turut menipis 1,12% menjadi Rp2,24 triliun.

Tak hanya itu, KAEF tercatat belum mampu meningkatkan efisiensi dengan membukukan pembengkakan beban pokok penjualan menjadi Rp1,5 triliun dari Rp1,46 triliun. Hal ini juga diikuti dengan peningkatan beban usaha menjadi Rp717,68 miliar dari Rp708,81 miliar. Namun perseroan berhasil mengikis beban keuangan menjadi Rp116,63 miliar dari Rp132,20 miliar.

Di sisi lain, nilai ekuitas KAEF tercatat meningkat tipis menjadi Rp7,24 triliun dari Rp7,23 triliun. Akan tetapi, peningkatan tersebut diiringi nilai liabilitas yang menjadi lebih tinggi dari ekuitas yakni Rp10,68 triliun, atau naik dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun lalu Rp10,52 triliun.

Dari segi kas setara kas, hingga 31 Maret 2022, perseroan menggenggam Rp764,96 miliar. Sementara itu, perolehan aset KAEF tercatat meningkat menjadi Rp17,92 triliun dari Rp17,76 triliun.

Sebagai informasi, pergerakan saham KAEF pada perdagangan sesi pertama akhir pekan Jumat, 10 Juni 2022, terpantau melemah 0,35% yang mewakili penurunan 5 poin ke harga Rp1.440 per saham.

Berita Terkait