Setelah Dicaplok Bank Milik Konglomerat, Rabobank Bakal Merger dengan BCA Syariah

JAKARTA – PT Bank Central Asia Tbk. atau BCA milik konglomerat paling kaya di Indonesia, keluarga Hartono, akan melanjutkan proses merger atau penggabungan BCA Syariah dan PT Bank Rabobank International Indonesia alias Rabobank, pada awal 2021.

Direktur Keuangan BCA Vera Eve Lim menyebutkan, proses ini merupakan lanjutan dari rencana perseroan untuk mengembangkan bisnis anak usahanya, yakni BCA Syariah, baik melalui strategi organik maupun  anorganik.

Menurutnya, aksi tersebut akan membantu fokus bisnis perseroan, terutama di segmen komersial dan ritel. “Merger akan membantu pengembangan bisnis, terutama buat makin fokus ke segmen komersial dan ritel yang selama ini jadi bisnis utama BCA Syariah,” ujarnya dalam koferensi pers daring, akhir pekan lalu.

Di samping itu, katanya, pihaknya juga akan melakukan ekspansi di segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setelah aksi merger dilaksanakan. Namun, ia menegaskan bahwa hal ini bukan untuk menyaingi rencana merger bank syariah pelat merah.

“BCA Syariah masih BUKU 2, belum terlalu besar jika dibandingkan dengan bank syariah BUMN. Saat ini, kami masih akan fokus untuk merampungkan proses merger,” sambungnya.

Tunggu Restu OJK

Di samping itu, lanjutnya, BCA tengah memproses pengajuan persetujuan kepada regulator, yakni Otoritas Jasa Keuangan (OJK), setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) selesai dilaksanakan pada akhir Juli 2020.

Nantinya, kata Vera, BCA dan entitas anak PT BCA Finance berencana membeli masing-masing 3,72 juta lembar saham dan 1 lembar saham dari para pemegang saham Rabobank yang mewakili 100% dari total saham yang telah ditempatkan dan disetor pada Rabobank.

Adapun per Juni 2020, modal Rabobank kurang lebih Rp384 miliar. Pada awal tahun 2020, BCA pun telah menambah modal ke BCA Syariah Rp1 triliun.

Pada paruh pertama tahun ini, BCA Syariah masih mencatatkan pertumbuhan kinerja. Laba bersih yang berhasil diraup mencapai Rp28 miiliar, naik 8,71% year-on-year (yoy). Sementara itu, aset perseroan juga ikut tumbuh 21,05% yoy menjadi Rp8,51 triliun.

Pembiayaan perseroan tercatat tumbuh 16,18% yoy menjadi Rp5,1 triliun, ditopang oleh segmen komersial senilai Rp4,46 triliun atau setara 76,4% dari portofolio. Segmen lain, yakni UMKM, menopang Rp1,21 triliun, dan Rp131,42 miliar dari segmen konsumer. Adapun rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) BCA Syariah juga cukup tinggi sebesar 38,45% per Juni 2020.

Tags:
BCAHeadlineMerger bankMerger Bank SyariahPT Bank Central Asia TbkPT Bank Rabobank International IndonesiaRabobank
Aprilia Ciptaning

Aprilia Ciptaning

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: