Bayar Utang, Bali Towerindo Private Placement Rp283,2 Miliar

20 Agustus 2021 05:02 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Sukirno

Petugas memeriksa jaringan base transceiver station (BTS) di Jakarta beberapa waktu yang lalu. Perawatan rutin tersebut dikakukan guna menjaga agar BTS bekerja optimal. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia

JAKARTA – Emiten menara, PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) berencana melaksanakan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) alias private placement.

Melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan mengumumkan bahwa akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 393.459.250 lembar saham baru atau setara dengan 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. 

Saham BALI ditutup turun 3,36% ke level Rp720 per lembar pada perdagangan Kamis, 19 Agustus 2021. Jika diasumsikan harga private placement Rp720 per lembar, maka perseroan dapat mengantongi dana Rp283,2 miliar.

“Manfaat yang diperoleh dari pelaksanaan penambahan modal adalah untuk mendapatkan sumber dana alternatif yang akan digunakan untuk efektifitas arus kas, pengembangan kegiatan usaha, serta memperbaiki rasio utang perseroan,” tulis manajemen BALI, Kamis, 19 Agustus 2021.

Perseroan menyampaikan belum terdapat pembeli siaga dalam rencana private placement tersebut, begitu pula dengan harga pelaksanaan yang belum ditentukan. Untuk memuluskan aksi korporasi ini, BALI akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 20 Agustus 2021.

Adapun manfaat yang diperoleh dengan dilaksanakannya penambahan modal adalah untuk mendapatkan sumber dana alternatif yang akan digunakan untuk efektifitas arus kas, serta pengembangan kegiatan usaha perseroan dan dapat memperbaiki rasio utang terhadap ekuitas. 

Selain itu, perseroan juga dapat menarik dan bekerja sama dengan investor-investor strategis yang berminat menginvestasikan modalnya dalam perseroan sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi kinerja perseroan.

Rencananya, dana hasil private placement nanti akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan keuangan perseroan dalam rangka pengembangan kegiatan bisnis dan usaha. Di samping itu juga untuk membayar sebagian atau seluruh utang perseroan.

Adapun pihak kreditur yang dimaksud antara lain PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM), PT Bank Victoria International Tbk (BVIC), PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk (PNBS), PT Century Tokyo Leasing Indonesia dan PT Mitsui Leasing Capital Indonesia, dan PT Indonesia Infrastructure Finance.

Sesuai aturan yang berlaku, aksi korporasi ini dapat dilaksanakan dalam jangka waktu 2 tahun setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham. Adapun, dampak dari pelaksanaan private placement ini adalah potensi terdilusinya kepemilikan saham maksimal sebanyak 9,09%. 

Berita Terkait