Bayar Komodo Bond, Wijaya Karya (WIKA) Terbitkan Sukuk dan Obligasi Rp2 Triliun

JAKARTA – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) berencana menerbitkan emisi sukuk dan obligasi senilai Rp2 triliun. Secara terperinci, emisi tersebut akan diterbitkan dalam bentuk Obligasi Berkelanjutan I Wijaya Karya Tahap I Tahun 2020 senilai Rp1,5 triliun dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Wijaya Karya Tahap I Tahun 2020 Rp500 miliar.

Manajemen WIKA menjelaskan, baik oblgisi maupun sukuk ini akan diterbitkan dalam tiga seri, yakni Seri A, B, dan C. Masing-masing seri ini akan diterbitkan dengan bunga dan jangka waktu pengembalian berbeda, mulai dari tiga hingga tujuh tahun.

Belum ditetapkan berapa besaran dana yang ingin dikumpulkan dari masing-masing seri tersebut. Pun demikian dengan besaran bunga yang ditawarkan.

Hanya yang pasti, pembayaran bunga pertama bagi kedua emisi pendanaan itu akan dilakukan pada 18 Maret 2021. Sementara tanggal akhir pembayaran bunga akan berbeda tergantung lama waktu jatuh tempo masing-masing seri.

“Bunga obligasi dibayarkan setiap 3 bulan sejak tanggal emisi, sesuai dengan tanggal pembayaran masing-masing bunga obligasi,” terang Manajemen WIKA dalam prospektus yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), dinukil Jumat, 20 November 2020.

Adapun tujuan penggunaan obligasi ini adalah untuk melunasi sebagian pokok utang Global IDR Bond alias Komodo Bond perseroan yang jatuh tempo pada 31 Januari 2021. Sementara penerbitan sukuk bertujuan untuk membiaya modal kerja proyek infrastruktur dan gedung yang tengah digarap perseroan.

Merujuk laporan keuangan WIKA pada kuartal III-2020, memang tercatat bahwa persreoan memiliki pinjaman jangka pendek senilai Rp7,76 triliun. Pinjaman itu diperoleh dari pihak berelasi Rp3,1 triliun dan pihak ketiga Rp7,68 triliun.

Selain itu, WIKA juga memiliki utang usaha sebesar Rp11,58 triliun. Plus utang lainn-lain pihak ketiga sebesar Rp534,08 miliar.

Secara total, liabilitas perseroan pada periode ini mencapai Rp43,87 triliun. Sementara ekuitasnya hanya sebesar Rp16,22 triliun.

Tags:
PT Wijaya Karya (Persero) TbkWijaya Karyawika
Fajar Yusuf Rasdianto

Fajar Yusuf Rasdianto

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: