Baru IPO, RS Grha Kedoya Mau Dicaplok Omni Hospitals (SAME) Milik Grup Emtek

10 September 2021 17:29 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Laila Ramdhini

Pengelola rumah sakit Grha Kedoya, PT Kedoya Adyaraya Tbk akan IPO di pasar modal / Dok. RS Grha Kedoya (Grhakedoya.com)

JAKARTA – Emiten rumah sakit milik Grup Emtek PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) berencana mengakuisisi mayoritas saham pengelola RS Grha Kedoya, PT Kedoya Adyaraya Tbk (RSGK). 

Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), SAME yang merupakan pengelola Omni Hospital tersebut akan melakukan pembelian 66% saham RSGK. Namun, manajemen Kedoya Adyaraya belum mengetahui atau mendapatkan informasi tersebut.

“Belum ada informasi lanjutan yang diterima ataupun diketahui lebih lanjut terkait dengan kelanjutan rencana ini,” tulis manajemen Kedoya Adyaraya, dikutip Jumat, 10 September 2021.

Seperti diketahui sebelumnya, RSGK baru saja merampungkan proses penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) pada 2 – 6 September 2021. Perseroan resmi tercatat di BEI pada 8 September 2021.

Berdasarkan pengumuman PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), perseroan menawarkan 185,94 juta lembar saham dengan nilai nominal Rp200 per dengan harga pelaksanaan Rp1.720 per lembar. Sehingga, perolehan dana IPO yang diperoleh RSGK sebesar Rp319,82 miliar.

Kedoya Adyaraya didirikan pada1990 dan mendirikan rumah sakit pertamanya yaitu RS Grha Kedoya, bertempat di Jalan Panjang Arteri pada 2009. Tahun 2018, perseroan mengakuisisi rumah sakit RS Grha MM2100 yang berada di Kawasan Industri MM2100, Cibitung Bekasi.

RS Grha Kedoya merupakan RS umum swasta tipe B yang memperkerjakan sebanyak 26 dokter umum, 8 dokter gigi dan 127 dokter spesialis. Sementara RS Grha MM2100 dioperasikan perseroan melalui anak usahanya, PT Sinar Medika Sejahtera (SMS) yang merupakan RS tipe C.

Kedua rumah sakit milik RSGK sudah memperoleh akreditasi nasional dari KARS Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan khusus untuk RS Grha Kedoya telah memperoleh Akreditasi JCI, yaitu standar akreditasi mutu dan pelayanan rumah sakit internasional.

Sementara itu, pemegang saham pengendali SAME adalah PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) atau biasa disebut Emtek. Perusahaan milik konglomerat Eddy Kusnadi Sariaatmadja itu mengempit 75,14% saham SAME.

Semenjak pemberitaan tersebut dimuat pada Kamis, 9 September 2021, saham RSGK ditutup terkoreksi 4,65% ke level Rp2.050 per lembar sehari setelah tercatat di Bursa. Sedangkan pada hari ini, saham RSGK kembali melemah sekitar 5,37% pada harga Rp1.940 per lembar menjelang sesi penutupan.

Berita Terkait