Barito Pacific Milik Konglomerat Prajogo Pangestu Terima Kredit dan Treasury Line Senilai Rp2,07 T dari BNI

24 September 2021 11:09 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Sukirno

Manajemen PT Barito Pacific Tbk. melakukan paparan publik tahunan, Jumat 29 November 2019 di Wisma Barito Pasific/ www.barito-pacific.com

JAKARTA – Emiten sumber daya alam milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) meraih fasilitas pinjaman dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dengan total US$145 juta atau setara Rp2,07 triliun (Kurs Jisdor Rp14.256 per dolar AS).

Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan Barito Pacific, Diana Arsiyanti mengatakan pihaknya bersama Bank BNI telah menandatangani Akta Perjanjian Kredit serta Akta Perjanjian Pemberian Fasilitas Treasury Line pada 21 September 2021.

Berdasarkan perjanjian tersebut, perseroan mendapatkan fasilitas kredit dari BNI sebesar US$125 juta atau sekitar Rp1,78 triliun dan fasilitas treasury line senilai US$20 juta atau setara Rp285,12 miliar. Sehingga totalnya mencapai Rp2,07 triliun.

Pinjaman berdasarkan perjanjian fasilitas tersebut akan jatuh tempo dalam waktu 84 bulan. Sedangkan, fasilitas treasury line akan berakhir dalam waktu 12 bulan sejak ditandatanganinya perjanjian fasilitas tersebut.

Rencananya, seluruh dana pinjaman tersebut akan digunakan perseroan untuk melunasi seluruh utang perseroan kepada Bangkok Bank Public Company Limited (Bangkok Bank), dan melunasi Obligasi Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2020 Seri A yang akan jatuh tempo pada 18 Desember 2021.

“Pinjaman tersebut dijamin dengan gadai atas saham yang dimiliki perseroan di dalam PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA),” ujar Diana, dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, 24 September 2021.

Dengan diperolehnya pinjaman dari BNI tersebut, lanjut dia, maka perseroan dapat mengurangi biaya bunga secara keseluruhan, serta semakin memperkuat posisi keuangan perseroan dengan penataan jangka waktu pinjaman.

Berita Terkait