Bantu Atasi Krisis Myanmar, Indonesia Salurkan Rp2,85 Miliar

20 September 2021 23:00 WIB

Penulis: Daniel Deha

Editor: Rizky C. Septania

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi . (Kemlu.)

JAKARTA --  Pemerintah Indonesia memberikan bantuan kemanusiaan kepada Myanmar dalam upaya menanggulangi krisis di negara itu, termasuk pandemi COVID-19. 

Bantuan diberikan sebesar US$200 ribu setara Rp2,85 miliar melalui ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on Disaster Management (AHA Centre).

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengatakan bantuan tersebut disalurkan dalam bentuk barang jadi berupa produk kesehatan produksi Indonesia, yakni masker KN95, sarung tangan medis, dan Alat Pelindung Diri (APD).

Dia menegaskan bahwa bantuan kemanusiaan kali ini merupakan salah satu komponen penting untuk mengatasi tiga krisis sekaligus yang sedang terjadi di Myanmar, yaitu politik, ekonomi, dan kemanusiaan.

Krisis di negara mitra dagang Indonesia ini makin diperparah dengan situasi pandemi COVID-19 yang melanda dunia sejak tahun lalu.

"Pengiriman bantuan kemanusiaan ke Myanmar adalah langkah awal tidak hanya untuk menghadapi situasi kemanusiaan, namun juga untuk mencapai resolusi politik di Myanmar," ujarnya dalam Pledging Conference to Support ASEAN's Humanitarian Assistance to Myanmar, akhir pekan lalu.

Adapun melalui Handover Ceremony oleh AHA Centre, bantuan Fase 1 senilai US$1,1 juta akan didistribusikan di akhir bulan ini. Bantuan itu disalurkan kepada Myanmar Red Cross Society (MRCS).

Sekretaris Jenderal ASEAN Lim Jock Hoi menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Indonesia, Filipina, Thailand, Turki, dan Temasek Foundation yang turut berkontribusi pada bantuan gelombang pertama tersebut.

Pada Handover Ceremony, Utusan Khusus Ketua ASEAN untuk Myanmar Dato Erywan Pehin Yusof mengajak dunia internasional untuk ikut serta mendukung upaya ASEAN, dan menegaskan bahwa pemberian bantuan kemanusiaan ini adalah cerminan dari ASEAN Way serta komitmen membantu ASEAN Family yang sedang kesulitan.

Pemberian bantuan kemanusiaan kepada Myanmar ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan Five Point Consensus pada ASEAN Leader's Meeting yang diselenggarakan pada 24 April 2021.

Bantuan kemanusiaan Fase 2 dengan tema Live Sustaining akan dimulai di tahun 2022 dan akan terdiri dari bantuan kemanusiaan yang lebih beragam.​​*

Berita Terkait