Bantah Ingin Monopoli Pasar, Ini Alasan di Balik Merger Gojek-Tokopedia

15 September 2021 19:40 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Ananda Astri Dianka

Kolaborasi dua start up raksasa Indonesia, Gojek dan Tokopedia / Dok. Gojek

JAKARTA – Founder dan CEO Tokopedia William Tanuwijaya menguliti alasan di balik aksi merger antara Tokopedia dengan Gojek menjadi GoTo.

Resmi bergabung menjadi satu entitas, GoTo tak pelak berubah menjadi ekosistem bisnis yang sangat besar. Oleh karenanya, banyak pihak menilai merger GoTo berpotensi menimbulkan monopoli pasar digital di Indonesia.

“Gojek dan Tokopedia sejatinya adalah dua perusahaan dengan inti bisnis yang berbeda. Merger GoTo semata-mata berangkat dari kesamaan visi untuk meningkatkan derajat UMKM di era digital,” kata William dalam RDP dengan Komisi VI DPR RI, Rabu 15 September 2021.

Pemuda asal Pematang Siantar, Sumatera Utara ini menjelaskan, merger GoTo sama sekali tak didorong oleh investor untuk tujuan mendominasi pasar domestik. GoTo sepakat, untuk membawa Indonesia mencapai potensi maksimalnya di ekonomi digital, tak cukup dipikul dari satu perusahaan saja.

"Kami mau membangun legacy, kami tidak mau bermain dengan ego bahwa Tokopedia dan Gojek cukup di sini. Kami ingin Gojek dan Tokopedia bersatu menjadi GoTo membawa nama Indonesia di panggung dunia," lanjut dia.

Bersatunya dia start up asal Indonesia ini dianggap lebih memiliki kekuatan untuk membawa Indonesia bersaing di pasar global. William menyebut kalau tantangan ke depan tidaklah mudah.

Pasalnya, para pesaing memiliki modal kerja 10 kali lipat bahkan 1.000 kali lipat lebih besar. Sehingga, keduanya sepakat untuk berkolaborasi, hasilnya, dengan menggabungkan 2 juta mitra pengemudi dan 12 juta mitra UMKM GoTo maka transaksinya sudah mencapai 2% dari produk domestik bruto (PDB0 nasional. 

“Dengan berkolaborasi, kita bisa akselerasi. Bukan untuk PHK, misalnya. Justru kita bisa menyerap lebih banyak lapangan kerja. Jadi itu cerita di balik mergernya," kata William.

Berita Terkait