Bantah Dual Listing di AS, Bos Bukalapak Ungkap Alasannya

15 Oktober 2021 16:02 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Laila Ramdhini

CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin (kedua kiri) dan Direktur Shopee Indonesia Christin Djuarto (kanan) mengikuti Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 15 September 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA – Direktur Utama PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) Muhammad Rachmat Kaimuddin membantah adanya rencana perseroan untuk melantai di bursa saham Amerika Serikat (AS).

Melansir keterbukaan informasi, e-commerce pertama yang melakukan initial public offering (IPO) ini mengaku akan fokus untuk mendukung pertumbuhan UMKM melalui transformasi digital.  Rachmat juga ingin Bukalapak bisa mewujudkan keadilan ekonomi bagi semua.

“Bukalapak saat ini tidak memiliki aksi korporasi terkait hal tersebut (dual listing di AS). Saat ini Bukalapak terdaftar di Bursa Efek Indonesia,” kata Rachmat, dikutip Jumat 15 Oktober 2021.

Rachmat menyatakan, nilai dari listing lainnya seperti AS atau negara yang lebih berkembang memiliki beberapa keuntungan. Seperti pasar yang lebih luas dan juga berkembang.

“Jadi saya bisa katakan bahwa kami tidak menutup kemungkinan,” lanjut dia.

Ia dan perseroan di bawah kepemimpinannya terbyka untuk terus mencari hal-hal baru yang memberikan nilai lebih bagi perusahaan. Akan tetapi, saat ini Bukalapak fokus meningkatkan performa perusahaan setelah melakukan aksi IPO di BEI.

Berita Terkait