Bank Perketat Kredit, PP Properti Disuntik Utang dari PTPP Rp1,6 Triliun

January 24, 2021, 04:29 PM UTC

Penulis: Laila Ramdhini

Superblock Grand Kamala Lagoon yang berisi residensial, apartemen, mall, dan perkantoran, milik PT PP Properti Tbk (PPRO) / Dok. Perseroan

JAKARTA – PT PP Properti Tbk (PPRO) memperoleh pinjaman dana dari induk usahanya, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) senilai Rp1,6 triliun. Dana pinjaman ini akan digunakan untuk melunasi sebagian kewajiban utang jatuh tempo perusahaan.

Direktur Utama PP Properti Sinurlinda Gustina M mengatakan pandemi COVID-19 telah berdampak pada kebijakan pengetatan kredit oleh perbankan dalam memberikan pendanaan ke korporasi.

“Maka diperlukan pinjaman dari PTPP selaku pemegang saham untuk memenuhi sebagian dari kewajiban keuangan jatuh tempo,” ujar Direktur Utama PP Properti Sinurlinda Gustina M, dalam keterbukaan informasi, Sabtu, 23 Januari 2021.

Adapun utang jatuh tempo yang dimiliki perseroan yakni Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN), utang bank, utang bunga, dan Medium Term Notes (MTN) jatuh tempo.

Dalam keterangannya, Sinurlida mengungkapkan pinjaman ini berjangka waktu 36 bulan, dengan bunga sebesar 9,5% atau 0,79% per bulan dan bersifat non revolving. Nilai transaksi ini juga mencapai 35,25% dari ekuitas PP Properti berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2020.

Adapun hingga akhir kuartal II-2020, PP Properti memperoleh pendapatan sebesar Rp772,47 miliar. Angka ini turun 11,69% dari Rp874,82 miliar pada periode yang sama tahun 2019.

Pada kuartal II-2020, laba bersih PP Properti juga anjlok sebesar 67,58% menjadi Rp51,38 miliar, dari Rp158,53 miliar pada periode sama tahun 2019. Perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp1,9 triliun sepanjang 2020. Saat ini, PP Properti tengah memasarkan proyek apartemen yang menyasar mahasiswa yakni Begawan Apartment di Malang, Evencio di Depok, dan The Amartha View di Semarang. (SKO)