Bank Mega Milik Chairul Tanjung Kantongi Laba Bersih Rp1,56 Triliun pada Kuartal II-2021

30 Juli 2021 16:34 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Amirudin Zuhri

Ilustrasi Bank Mega kawasan sudirman, Jakarta. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Selama Kuartal II-2021 PT Bank Mega Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp1,56 triliun. Angka ini  naik 32% dibanding dari periode sama tahun 2020 yang mencapai Rp1,18 triliun.

Direktur Utama Kostaman Thayib menjelaskan, pertumbuhan laba tersebut dikontribusikan oleh pendapatan bunga bersih (Net Interest Income) yang naik sebesar 23% year on year (yoy) menjadi Rp2,4 triliun dari sebelumnya Rp1,98 triliun. 

“Faktor lainnya adalah penurunan biaya operasional bank sebesar 9 persen yoy dari Rp1,70 triliun menjadi sebesar Rp1,54 triliun sebagai hasil dari program efisiensi dan digitalisasi yang dilakukan,” kata Kostaman dalam keterangan resmi, Jumat 30 Juli 2021.

Pada Juni 2021, total aset perseroan mengalami kenaikan sebesar 3% year to date (ytd) menjadi Rp115,87 triliun dari Rp112,20 triliun. Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) juga naik 6% ytd menjadi Rp84,07 triliun dari Rp79,19 triliun. 

Rinciannya, tabungan tumbuh 7% ytd menjadi Rp14,73 triliun dan deposito naik 7% ytd jadi Rp60,83 triliun. Adapun penyaluran kredit hingga Juni 2021 tumbuh 8% ytd menjadi Rp52,46 triliun dari Rp48,49 triliun. Secara rinci, kredit korporasi naik 16% ytd menjadi Rp30,29 triliun dari Rp26,21 triliun dan kredit komersial tumbuh 3% ytd jadi Rp2,28 triliun.

Rasio keuangan perseroan mengalami peningkatan dengan rasio kecukupan modal (CAR) naik dari 25,34% pada Juni 2020 menjadi 27,31% pada Juni 2021. Sementara non performing loan (NPL) gross  turun menjadi 1,26% dari 1,56% secara tahunan.

Dengan efisiensi efisiensi operasional melalui inovasi digital dan otomasi, rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) turun menjadi 62,05%. Membaik dari periode yang sama tahun lalu sebesar 70,18%.

Kemudian, rasio ROA (Return on Asset) pada kuartal II-2021 sebesar 3,45% naik secara tahunan dari semula 2,93%. Sementara rasio ROE (Return on Equity) sebesar 19,13% naik dari tahun sebelumnya sebesar 15,88%. 

Berita Terkait