Bank Mandiri Sudah Salurkan Kredit ke UMKM Rp50,3 Triliun

15 Agustus 2020 16:09 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencapai Rp21,36 triliun per November 2020. / Bank Mandiri

JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. telah merealisasikan penyaluran kredit ke segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) senilai Rp50,3 triliun kepada 21.895 debitur per Juli 2020.

“Dari nilai tersebut, 10,15% atau sebesar Rp5,1 triliun merupakan kredit produktif yang bersumber dari penempatan dana oleh pemerintah,” ujar Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar dalam keterangan tertulis, Sabtu, 15 Agustus 2020.

Melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 70/PMK/05/2020 tentang Penempatan Uang Negara di Bank Umum dalam Rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional, setiap bank pelat merah yang tergabung dalam himpunan bank milik negara (Himbara) mendapatkan guyuran dana dengan total Rp30 triliun.

Dalam hal ini, Bank Mandiri memperoleh bagian Rp10 triliun yang harus dileverage tiga kali lipat dengan menyalurkan utamanya di sektor wisata dan perdagangan.

Dana yang ditempatkan berbentuk deposito dengan suku bunga sebesar 80% dari suku bunga repo. Di samping itu, uangnya tidak bisa digunakan untuk membeli Surat Berharga Negara (SBN) dan valuta asing (valas).

Royke menambahkan, perseroan berupaya mengembangkan UMKM melalui strategi Unit Pusat UKM (UKM Center) yang akan mengintegrasikan layanan perbankan bagi pelaku usaha.

Layanan perbankan tersebut meliputi, produk dana tabungan, giro dan deposito. Selain itu, terdapat pula produk trade seperti LC, SKBDN, serta produk pembiayaan lain seperti kredit modal kerja dan kredit investasi.

“Di UKM Center, pebisnis dapat mendiskusikan berbagai kebutuhan finansial yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha. Pada tahap awal, kami mengembangkan lima UKM center,” tambahnya.

Adapun peresmian UKM Center dilaksanakan di Bandung, Jumat, 14 Agustus 2020. Pada saat yang sama, peresmian juga dilakukan di Jakarta, Bekasi dan Solo.

Menurutnya, nilai tambah yang ditawarkan Mandiri UKM Center adalah keberadaan financial advisor serta pelatihan untuk pengembangan usaha. Sementara itu, fungsi konsultasi mencakup business matchmaking yang akan mempertemukan nasabah pelaku UKM dengan pengusaha sejenis maupun potential buyer.

Terdapat pula fungsi promosi dan penjualan secara online melalui kerjasama dengan berbagai platform, e-commerce dan sosial media.

“Kami berharap berbagai inisiatif layanan bagi pelaku UKM ini mampu memperkuat perannya sebagai salah satu pilar ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Berita Terkait