Bank Mandiri Setor Inbreng Rp152,99 Miliar ke Anak Usahanya di Aceh

JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) melakukan penyetoran modal dalam bentuk non tunai alias inbreng senilai Rp152,99 miliar kepada anak usaha perseroan yakni PT Bank Syariah Mandiri.

Aksi korporasi ini disampaikan perseroan lewat surat tertanda Vice President Bank Mandiri Rudi As Aturridha dan Roellis Prasetyo. Keterangan resmi itu dipublikasi perseroan di keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat malam, 16 Oktober 2020.

Hal ini dilakukan sebagai pemenuhan kewajiban ketentuan peraturan perundangan yaitu Qanun Nomor 11 Tahun 2018 tentang lembaga keuangan syariah. Aturan itu mewajibkan seluruh lembaga keuangan yang beroperasi di Aceh untuk menyesuaikan dengan ketentuan dalam Qanun tersebut.

Adapun, pemenuhan kewajiban itu paling lama dilakukan tiga tahun sejak ketentuan tersebut diundangkan. Untuk itu, Bank BUMN ini menandatangani akta perjanjian pemasukan dalam perseroan terbatas (inbreng) dan pelepasan hak atas aset tetap untuk disetorkan kepada anak usahanya.

Perseroan menyetorkan aset tetap tidak bergerak yang berlokasi di Aceh kepada PT Bank syariah Mandiri dengan nilai sebesar Rp152.996.745.000.

“Dengan ditandatanganinya akta inbreng tersebut, maka seluruh aset tetap tidak bergerak perseroan yang berlokasi di Provinsi Aceh beralih menjadi milik PT Bank Syariah Mandiri,” tulis perseroan dalam keterbukaan informasi itu.

Menurut surat itu, aksi korporasi ini tidak memiliki dampak material terhadap kelangsungan usaha perseroan.

Tags:
BMRIHeadlineInbrengLembaga Keuangan SyariahPenyetoran Modal Dalam Bentuk Non TunaiPT Bank Mandiri (Persero) TbkPT Bank Syariah Mandiri
wahyudatun nisa

wahyudatun nisa

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: