Bank Mandiri Sebut Kebijakan BI Tahan Suku Bunga Tepat

23 Juli 2021 15:05 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Rizky C. Septania

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo saat hadir pada Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR di komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 2 September 2020. Raker tersebut membahas asumsi dasar Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menilai kebijakan Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan di level 3,50%, lending facility dan deposit facility masing-masing pada level 4,25% dan 2,75% adalah tepat.

“Sesuai ekspektasi, BI mempertahankan suku bunga kebijakan BI-7DRRR pada level 3,50 persen,” tulis Bank Mandiri dalam Economic Review, Jumat 23 Juli 2021.

Bank Mandiri memperkirakan suku bunga kebijakan BI-7DRRR akan tetap dipertahankan pada 3,50% hingga akhir 2021. Sejalan dengan stabilnya inflasi domestik dan kemungkinan pemulihan ekonomi yang lebih gradual.

“kami memperkirakan BI-7DRRR akan tetap dipertahankan pada 3,50 persen sampai dengan akhir 2021 ini.” 

BI menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2021 menjadi antara 3,5% hingga 4,3% dari perkiraan sebelumnya 4,1% sampai dengan 5,1%. Tim ekonomi Bank Mandiri juga telah menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini menjadi 3,69% dari sebelumnya 4,43%.

“Sehingga kami menilai bahwa kebijakan akomodatif masih perlu untuk dilanjutkan.”

Bank Mandiri juga melaporkan, suku bunga kredit perbankan terus mengalami penurunan. Sejalan dengan kondisi likuiditas yang masih ample, suku bunga PUAB overnight dan suku bunga deposito perbankan 1 bulan telah mengalami penurunan.

Masing-masing sebesar 153 bps dan 209 bps terhitung sejak bulan Mei 2020 menjadi 2,79% dan 3,6% pada Mei 2021. Di sisi kredit, penurunan SBDK terus berlanjut didorong oleh turunnya Harga Pokok Dana untuk Kredit (HPDK). 

Premi risiko perbankan terus menunjukkan penurunan, yang mengindikasikan persepsi risiko perbankan terhadap dunia usaha yang membaik. Berdasarkan jenis kredit, penurunan suku bunga kredit baru paling dalam terjadi pada jenis kredit mikro, diikuti oleh jenis kredit investasi dan modal kerja. 

“Secara umum, kondisi sistem keuangan masih terjaga di tengah belum optimalnya fungsi intermediasi,” lanjut Bank Mandiri.

Berita Terkait